Lollipop

Arang menerawang. Endapan ingatan itu membawanya terbang, mengingat kejadian yang menimpanya seminggu lalu. Hari itu, hari dimana jantungnya berdetak kencang, dan hari mana ia tak bisa menahan euforia bahagianya.

@@@@@

“Arang… bukankah nama itu sangat menakutkan?”

Wajah Arang terdongak ke atas, matanya membulat, sedetik kemudian suara tubrukan pada lantai marmer café Aquilla pun berbunyi. “K…kau?”

Seorang pria mendecakkan lidahnya, seolah meremehkan sikap Arang yang terlalu paranoid ketika jarak mereka hanya sebatas beberapa centi.

View original post 1,488 more words

Advertisements