Writing…

Monthly Archives: April 2013

Donghae melangkahkan kakinya perlahan, menatap setiap kelas yang dilewatinya dengan datar. Kedua telinganya terasa bising, dan itu bukan karena keadaan koridor yang sepi tapi karena kepalanya yang terus berargumen memerintahkannya ini itu untuk memikat hati Jung Gyuri.

Ya, ia tahu bahwa kini Jung Gyuri adalah milik Kibum, tapi ia tak pernah pungkiri bahwa perasaan kagumnya pada gadis itu cukup besar dan bermental kuat untuk menariknya ke dalam dekapan hangat seorang Lee Donghae.

“Donghae-ya!!”

Continue reading


Im Bora terbelenggu, ia menatap intens kedua bola mata milik seorang pria, pria yang tengah tersenyum tidak jelas ke arahnya.

“Ryeowook-ah, Gwencanha?” Tanyanya kemudian. Pria itu melebarkan senyumannya, “gwencanha…”

Bora mendecakan lidah, ia menghirup oksigen maksimal lalu mengerucutkan bibirnya kesal. Ia tak mengerti arah pikiran pria itu, ya tidak pernah. Bahkan seluruh pria di duniapun, ia tak bisa mengerti. Pria memiliki pemikiran yang aneh dan tak terduga, selalu membuatnya bingung dan terkejut. Itu menurutnya.

Neo wae?” Tanya Ryewook sembari tertawa kecil. Wajah Bora sangat imut, yeah~ walau tak seimut dirinya.

Ani…” jawab Bora singkat. Detik kemudian, ia mengambil tas selempangnya dan menatap Ryeowook dengan tajam.

Na ka, aku tak bisa menunggu gadismu itu. Lagipula, aku tak mau ia salah sangka dengan kedekatan kita. Jal…”

Ucapan Bora terpotong ketika Ryeowook menariknya duduk kembali. Pria itu masih tersenyum, senyum yang membuat Bora muak karena tak mengerti kelakuan pria manis itu padanya. Apa yang ia inginkan eo?

“Tunggu sebentar lagi,”

Continue reading


“Apa kau masih mencintaiku?”

Seperti terserang ribuan panah, Shin Yoong tercegat, lidahnya terasa kelu untuk menjawab pertanyaan simpel seorang pria bertubuh jangkung yang sudah tak asing lagi di dalam hidupnya.

“Yoong,” panggil pria itu membuat Yoong tersadar, ia membuang muka, menepis semua pemikiran nakalnya. Tidak, ia tak bisa menjawabnya.

Tiba-tiba pria itu menariknya dan menghimpitnya di dinding gedung aparte membuat Yoong tak bisa berbuat apa-apa selain menundukkan kepalanya. Tubuhnya bergetar karena jantungnya yang terus berdentam kencang, membuatnya sulit bernapas. “Kyu…”

Cho Kyuhyun. Ya, dia Cho Kyuhyun. Seorang anggota boyband asal Korea Selatan yang saat ini digandrungi banyak wanita,  seorang yang juga membuat hati Yoong terluka untuk beberapa saat yang lama, hingga saatnya Yoon menyadari sebuah dinding besar yang membatasinya dengan pria itu. Dinding yang membedakan dua dunia berbeda di dalam dunia nyata. Yoong tak bisa meneruskan ucapannya, ia bingung.

“Apa kau masih mencintaiku?”

Continue reading


Rambut gadis itu berwarna hitam elegan, panjang dan mengagumkan. Matanya yang sipit terlihat sangat mengagumkan dengan lapisan eyeliner tipis pada sisi kelopaknya. Cantik.

Kyeopta, jinjja yeppo.” Gumam Donghae dengan sadarnya, mengagumi setiap inci penampilan gadis yang tengah tertawa lepas di taman sekolahnya.

Pria itu terperanjat. Dari balik pohon itu, ia dapat melihat gadis yang dikaguminya itu dengan jelas. Hatinya sedikit tertohok mendapati kenyataan bahwa ia hanyalah seorang pengagum rahasia. Pengagum bodoh yang terlalu takut menampakkan batang hidungnya di depan gadis impiannya.

Continue reading


image

Mungkin ini pertama kalinya Goo punya couple spesial dalam sebuah fanfiction. Sebut mereka JiBum, yaitu Gwek Ji Hye dan Kim Kibum.

Continue reading


Langit terlihat buram, tak ada cahaya matahari, hanya ada awan putih yang bergerak menutupi langit biru Seoul. Ji Hye mengangkat kedua telapak tangannya ke udara, merentangkannya dengan bebas seakan ia adalah seekor burung merpati yang sibuk berterbangan di langit.

Opppaaa…” gadis itu bergumam sembari tertawa kecil. Ia tidak terbiasa mengucapkan kata itu, benar-benar terasa aneh pikirnya sesaat.

Setelah mengenal sosok Kibum sejak peristiwa di kereta, Ji Hye selalu mengganggu pria ber-IQ tinggi itu. Entah berpura-pura menjadi stalkernya atau hanya menyapanya dengan kalimat-kalimat manja penuh nada gombal. Semua yang ia lakukan diluar batas kewajaran sikapnya, dan Ji Hye sadar betul dampak yang akan diterimanya nanti.

Continue reading


“Aku bahkan hanya secuil manusia yang beruntung karena bisa melihatnya begitu dekat. Sugoi!!” pekik Ratna heboh. Ia mematung, memperhatikan seorang pria berkulit putih pucat yang sangat jelas sedang disorot oleh kamera.

“SSTTT!! SHUT UP!!”

Ia membekap mulutnya sendiri, sembari membungkukkan badan, meminta maaf pada seorang Nihon-jin yang dilengannya terkait beberapa baju dan celana. Sudah kesekian kalinya ia diperingatkan oleh Nihon-jin itu agar tidak berteriak atau memekik heboh saat syuting berjalan.

“Kau pasti sudah gila?” bisik Jiru, ia tertawa cekikan dengan pelan agar tidak mengganggu syuting yang tengah berjalan itu.

Ratna mengangguk, ia mendekat ke arah telinga Jiru, “Aku memang sudah gila karena Mr. Kakkoii itu Jiruuu…”

Jiru mendesah, ia kembali ‘menonton’ akting Mr. Kakkoii itu dengan khidmat. Sekali-kali ia juga memekik heboh di dalam hatinya karena bisa melihat seorang aktor Jepang yang terkenal, aktor muda bernama Hongo Kanata itu.

Tidak salah memang, Ratna menggilai aktor Jepang itu. Tubuh Kanata memang tidak setinggi aktor Jepang yang Jiru tahu, tapi setidaknya Kanata mempunyai paras yang Kakkoii atau keren. Jiru jadi merasa bangga, negaranya menjadi tempat syuting aktor itu. Continue reading


Duniaku hampir saja runtuh ketika membaca pesan-pesan pendek dari seorang wanita ber-nama Seul Gi di handphone adikku. Aku tahu, aku sebenarnya tidak punya hak untuk membaca ataupun meruntuhkan duniaku sendiri. Rasanya aku ingin memukul adikku itu. Dasar Taeminie!!

“Errghh,” eramku jijik melihat isi pesan yang semuanya terangkai kata Chagiya atau sebuah kata yang tak asing lagi, Saranghae. Ini menjijikkan!!

Akhirnya, aku pasrah mengetahui bila adikku yang masih duduk di bangku sekolah me-nengah pertama ini telah berpacaran dengan wanita bernama Seul Gi. Yang aku yakinkan, hal ini tidak akan bertahan lama. Mengingat tingkah laku adikku yang terlalu childish dan juga wajah-nya yang lebih cocok untuk menjadi perempuan daripada lelaki. Yeah~ si Seul Gi itu pasti akan bosan dengan adikku. Aku harap.

Ku letakkan handphone Taemin kembali ke asal. Sedikit membingungkan. Aku jadi protective mengingat hal ini, aku masih belum sanggup membiarkan adikku diambil oleh seseorang dengan sebutan yeojachingu. Cih! No one can take him from me.

noona, kau sedang apa di situ?” tiba-tiba Taemin menghampiriku dengan wajah yang err… sangat cantik. Syukurlah~ aku tidak tertangkap sedang mengutak-atik handphonenya.

“ohh, aniya. Hanya sedang melihat kamarmu. Aku pikir kau tidak membersihkannya dengan baik,” alasanku. Ku tersenyum simpul padanya sembari melihat wajahnya. Entahlah, aku rasa ingin mengintrogasinya sekarang juga.

Tanpa mendengar ia berbicara aku langsung keluar dari kamarnya itu. Aku masih tidak bisa menghilangkan isi pesan-pesan itu. Aku cemburu! Aku tidak ingin Taemin mempunyai seseorang yang disayangi kecuali diriku. ANDWE!!!

 

@@@
Continue reading