Writing…

Monthly Archives: May 2013

“Hei! Aku menyukaimu.”

Untaian kata itu melayang di benak Donghae. Kalimat yang mampu menembus ulu hati hingga membuat dadanya sesak, lidahnya pun tercekat. Hingga malam tiba pria itu pun tak dapat berkata banyak. Seperti ada benang yang mengikat lidahnya dengan kuat. Ia terdiam, sepi.

“Hei! Apa kau melihatku?”

Sosok itu kembali datang, membuat tubuh Donghae menegang. Ia menahan napasnya, merasa udara sekitarnya menipis. Oh Tuhan! Bunuh aku sekarang juga.

Continue reading

Advertisements

image

Mungkin ini pertama kalinya Goo punya couple spesial dalam sebuah fanfiction. Sebut mereka JiBum, yaitu Gwek Ji Hye dan Kim Kibum.

Continue reading


“Kau orang Busan?”

Yora mengangguk, detik berikutnya beberapa gadis menatapnya dengan pandangan jijik. “Kau harus belajar aksen Seoul dengan baik!”

Telunjuk seorang gadis berambut panjang mendorong-dorong bahu Yora dengan cukup kuat, membuat Yora memundurkan langkahnya beberapa kali. Mereka tertawa keras, lalu kerumunan gadis itu pun meninggalkan Yora yang terdiam.

Setelah menghembuskan napas panjang, Yora kemudian berjalan menyusuri koridor tanpa minat. Ia mengerti. Kehadirannya di sekolah itu memang sedang diperdebatkan oleh beberapa siswa. Bukan karena ia cantik atau pintar. Tapi, karena asalnya, aksennya dan beberapa hal lainnya yang membuatnya terlihat berbeda dari orang Seoul kebanyakan.

Continue reading


“Menurutmu benda apa yang bagus untuknya?”

Donghae terdiam, matanya sibuk menatap perhiasan yang terpampang di etalase. Ia tak mengindahkan pertanyaan Kibum tapi kali ini ia tengah berpikir. Ada ide nakal yang sempat terlintas di otaknya ketika melihat perhiasan-perhiasan cantik itu. Ia bahkan membayangkan sosok Gyuri yang terpukau bila ia membelikan gadis itu satu set perhiasan sebagai kado ulang tahunnya.

“Donghae-ya! Apa yang kau pikirkan?” Tanya Kibum memecah lamunanya hingga hancur berkeping-keping di lantai keramik toko itu.

Continue reading


Ji Hye berlari menembus ribuan manusia yang berlalu-lalang di bandara Internasional Incheon, jantungnya berdegup cukup kencang setelah mendapati banjir email dari Kibum sepulangnya dari Singapura.

Email-email yang mampu membuatnya berlari seperti orang kesetanan tak tahu arah, membuatnya dengan mudah berbohong dengan para seniornya sebagai alasan untuk menolak acara kesuksesan tim jelajah departemennya.

Ji Hye sendiri telah menjadi seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi selama setahun lebih di universitasnya, menjadikannya sebagai mahasiswa ‘sibuk’ dengan segudang aktivitas yang digemarinya. Tim jelajah menjadi salah satu kesibukannya kini, menjadikannya seorang traveler bersponsor bersama para seniornya.

Continue reading


Yeon Gi mendesah pelan, kepalanya tertunduk melihat tali sepatunya yang terbuka membuat mulut sepatunya menganga. Ia menggaruk kepalanya kesal lalu terduduk di trotoar untuk memasang tali sepatunya. “Aish! Pria bodoh! Bodoh! Bodoh!”

BRAK!

Seorang pelajar terjatuh setelah menabrak Yeon Gi yang terduduk di trotoar. Yeon Gi mengusap kepalanya dengan kesal, ia berdiri tegap, mengacak pinggangnya sembari menatap pelajar itu dengan wajah garang.

“Kalau jalan hati-hati!” Pekiknya dengan suara lantang. Jari telunjuknya mengarah kepada pelajar itu.

Continue reading


Han Chaeri tersenyum masam menatap pria setengah gila bernama Kim Jongwoon di depannya. Ya, pria gila yang selalu saja tersenyum misterius kepadanya.

Mwo?” Seru Jongwoon dengan senyum yang sama.

Neo…”

Geurae, kau ingin membatalkannya?” Tanya Jongwoon membuat Chaeri mendesah pelan.

Aniiii!!! Bukan itu!!” Pekik Chaeri kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Continue reading