Han Chaeri tersenyum masam menatap pria setengah gila bernama Kim Jongwoon di depannya. Ya, pria gila yang selalu saja tersenyum misterius kepadanya.

Mwo?” Seru Jongwoon dengan senyum yang sama.

Neo…”

Geurae, kau ingin membatalkannya?” Tanya Jongwoon membuat Chaeri mendesah pelan.

Aniiii!!! Bukan itu!!” Pekik Chaeri kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Bodoh, rutuknya dalam hati. Ia baru saja ingat posisinya saat ini, ia bukan berada di rumah orangtua Yesung atau di apartemennya yang bisa menjadi tempat pekikan ganasnya. Namun kini…

Geundae mwo? Khajja, ini sudah malam, sebaiknya kita diskusikan saja besok.” Ujar Jongwoon sembari merapatkan mantel sekaligus topinya.

Tanpa mendengar keluhan gadisnya itu, Jongwoon pun menariknya keluar dari café dan berjalan menuju halte bus terdekat dengan seluruh penyamaran khas musim semi yang ia patenkan sejak beberapa hari yang lalu.

Ahjussi…”

“Apa yeoja babo?” Jongwoon cekikikan sembari merangkul Chaeri hangat membuat gadis itu diam tak berkutik.

Hajima!! Kau membuatku sulit bernapas!” Gertak Chaeri setelah jeda yang cukup lama hingga mereka melewatkan satu bus.

Jongwoon tertawa, ia makin mengeratkan rangkulannya bahkan pria itu menyandarkan kepalanya di bahu Chaeri, membuat dada Chaeri sesak menahan degupan jantungnya yang makin abnormal.

“Biarkan saja untuk beberapa lama…” bisik Jongwoon lirih.

Chaeri terdiam. Lagi-lagi ia mengingat keputusan pria itu beberapa minggu yang lalu, keputusan yang membuatnya harus menahan tangis mati-matian demi seorang Yesung, ani Kim Jongwoon.

Pria itu, manusia dengan suara malaikat yang dipuja ribuan wanita akan meninggalkannya selama 2 tahun hanya untuk menjalani wajib militer. Bukan hanya dirinya, tapi ribuan penggemarnya di seluruh dunia. Kecewa? Bohong bila ia tak kecewa, walau seperti itu ia tak bisa mengelaknya. Bukankah itu kewajiban seorang pria?

Ahjussi babo, apa kau benar-benar ingin melakukannya?” Tanya Chaeri kemudian.

Jongwoon mengernyit, lalu memandang Chaeri dengan serius. “Tentu saja, memangnya kenapa? Apa kau tidak ingin menikmati hari bebas kita?”

Ani! Aku ingin!! Tapi, bukankah itu akan lebih terasa berat nantinya?”

Tangan Jongwoon bergerak mengelus puncak kepala Chaeri dengan lembut lalu terkekeh dan mencubit pipi gadis itu dengan gemas. “Rasa rindumu pasti akan memuncak ketika aku wajib militer, lalu kau akan menangis selama menungguku dan…”

BRUKK!

Ahjussi babo!!! Babo!! Babo!” Pekik Chaeri kemudian berjalan dengan langkah berat meninggalkan Jongwoon yang terududuk diam di atas tanah akibat dorongannya.

Pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Matanya tak lepas menatap sosok Chaeri yang berjalan menjauhinya, bukannya tak mengerti, ia sangat mengerti maksud gadis itu. Tapi, berpikir mellow bukanlah sifatnya. Ia tak ingin menunjukkan sisi lemahnya pada gadis itu. Tidak! Tidak akan pernah.

“HAN CHAERI!!!” Teriak Jongwoon denga suara merdunya, langkahnya bergerak cepat mengejar Chaeri yang sudah berada cukup jauh darinya.

“HAN CHAE…”

Lidah Jongwoon tercekat, mata Chaeri berkaca-kaca memperlihatkan pantulan wajahnya yang terlihat jelas dari mata gadis itu. Dalam satu tarikan napas ia langsung menarik Chaeri ke dalam pelukannya.

Uljima Chae-ya,” bisik Jongwoon membuat Chaeri mendorong tubuh pria itu agar menjauhinya.

“Aku tidak menangis! Khajja, kita harus pulang.” Kata Chaeri dingin kemudian berjalan lurus, menahan rasa sesak di dadanya, tangannya bergerak menyeka matanya, berharap tak menangis di depan pria itu.

Jongwoon menarik napas, ia tersenyum simpul sembari mengikuti langkah Chaeri di depannya. “Yeoja babo! Kau marah padaku?”

Yeoja babo!! Yeoja babo!!!”

Ahjussi babo sikkeuro!!” Gertak Chaeri menahan langkahnya, ia berbalik menatap Jongwoon dengan tajam.

Senyum Jongwoon melebar, ia terkekeh lalu mengelus pipi Chaeri dengan lembut, “kau kembali lagi kkk~”

Babo neo ck! Dasar pria babo! Otak mesum! Pria aneh! Gila!! Ahjuss…”

“Yaa! Bukankah sudah kukatakan ribuan kali bahwa kau lebih gila dariku?” Sungut Jongwoon membuat Chaeri mendecakkan lidahnya lagi.

“Tapi kau yang tergila!! Bahkan kau tidak tahu bagaimana perasaanku bila kau pergi nanti, ish! Kau ini mencintaiku apa tidak sih?”

Mata Jongwoon membulat, ia mengangkat wajah Chaeri, memaksa gadis itu untuk menatapnya. “Apa mata ini berkata seperti itu?”

Molla, khaja! Ini sudah malam.” Elak Chaeri sembari memalingkan wajahnya yang merona.

“Aish! Kau ini benar-benar bodoh!” Rutuk Jongwoon membuat Chaeri mendesis, wajahnya merah padam menahan amarah, bukan lagi merona akibat sikap Jongwoon yang mesra.

“Ck! Kau lebih bodoh lagi!!”

“Kau lebih bodoh lagi dan lagi karena mencintai orang yang lebih bodoh!!”

Ahjussi babo babo babo babo babo!!”

Yeoja babo! Sudah babo tak sexy pula.” Gumam Jongwoon dengan volume yang cukup besar.

MWO?”

SARANGHAE HAN CHAERI!!!” Pekik Jongwoon sembari berlari terbirit-birit meninggalkan Chaeri yang tersenyum masam menatapnya.

“Ige namja… mengapa selalu berakhir seperti ini?”

END

P.s:

BUNUH AKUUUU YUU-CHAN /.\
Benar-benar tertantang dapat request kamu, bikin sifat dodol-unyu-babo-dan nggak peka buat peran cowok itu sulit.

Jwesonghaeyo, aku cuman bisa bikin ini dalam waktu yang lumayan cepat dan ceritanya bener-bener random (TT___TT). Lain kali, mau usaha lagi bikin Yesung yang lebih dodol-unyu-babo-dan nggak peka ‘-‘)9

*Deep Bow* YuRi couple maafkan aku yang telah semena-mena membuat kalian galau lagi huhuhu~~ *nangis gaje*

Jangan takut buat request lagi yah Yuu-chan :** I’m waiting the other request loh!!

MIANHAEYOOOOO~~

Advertisements