“Hei! Aku menyukaimu.”

Untaian kata itu melayang di benak Donghae. Kalimat yang mampu menembus ulu hati hingga membuat dadanya sesak, lidahnya pun tercekat. Hingga malam tiba pria itu pun tak dapat berkata banyak. Seperti ada benang yang mengikat lidahnya dengan kuat. Ia terdiam, sepi.

“Hei! Apa kau melihatku?”

Sosok itu kembali datang, membuat tubuh Donghae menegang. Ia menahan napasnya, merasa udara sekitarnya menipis. Oh Tuhan! Bunuh aku sekarang juga.

“Ah… apa kau mau menjadi sepertiku? Permintaanmu terlalu berlebihan.”

Tiba-tiba angin berhembus kencang melewati jendela yang terbuka lebar di aparte pria yang tengah terduduk diam. Ia menelan ludahnya dengan susah payah mendapati kalimat-kalimat yang sulit ia cerna. Bulu kuduk Donghae meremang seketika.

“Hei! Aku tahu kau melihatku. Maukah kau menjadi pacarku?”

Ekor mata Donghae melirik sosok itu, mengamati setiap inchi tubuh yang terbalut dress putih itu dengan teduh hingga hatinya mencelos, rasa takut kembali menghantuinya. Tubuh Donghae bergetar hebat, bibir bawahnya memerah karena telah ia gigit untuk menghalau kecaman di otaknya. Ia bahkan tak menyentuh tanah!

“Ok, aku tahu itu. Maka, jadilah pacarku lalu aku akan ke surga dengan tenang… Lee Donghae aku ingin kau menjadi milikku sekarang!”

END

P.s:

I don’t know what i’ve done now /.\ well, i always make a fanfic by my smartphone so, idk how much the words i’ve write. What is? Ficlet? Or Drabble? Or just like a prologue?

Well, i think you can imagine the fanfic above. Thanks for reading and don’t forget to RCL and make me feel like “Ok… people respect my story.”

Advertisements