Nama        : Goo

Judul         : Weather of The Day: Rainy!

Tag            : Choi Siwon, Kim Yoojon (OC)

Genre        : Romance

Rating        : PG-15

Length       : Ficlet

Catatan     : This is the last theme chap of Weather of The Day. Just ficlet, ‘cause I don’t have any idea to make a problem about this. Sorry this is too flat maybe. PG-15! kissing scene ><

 

”When the rainy day come, I’m gonna miss you. Rainy day remind me all about you, because rain is you.”

Matahari tak tampak pagi itu, air-air berjatuhan dari langit menimbulkan bau khas pada tanah. Tak ada matahari, hanya ada guratan awan hitam yang bergerak pelan, menimbulkan sensasi dingin pada awal musim semi itu. Musin semi yang terlihat mencekam, berbeda dari sebelumnya yang dihiasi oleh guratan awan biru nan cantik serta bunga sakura yang bermekaran indah.

Siwon menyandarkan tubuhnya di atas sofa. Matanya mengarah kosong ke arah TV yang sedaritadi menayangkan sebuah acara reality show yang dibintangi oleh para sahabat dekatnya. Ia tak terlihat begitu bernafsu untuk menonton, dan lebih intens mendengarkan suara hujan yang ribut di luar sana.

Hujan. Ia bukan tipe pria mellow yang suka menangis di tengah hujan atau meratapi nasib ketika pikirannya kosong. Tidak, karena nasibnya sungguh baik sejak memplokamirkan diri sebagai salah satu anggota boyband ternama di Korea Selatan. Namun, ada hal lain yang membuatnya selalu merenung ketika hujan datang.

Pria bertubuh proposional itu terkejut, mendengar lantunan nada yang bermain di handphonenya. Dengan sigap ia mengambil benda persegit itu lalu menjawab panggilan yang berasal dari sebuah kontak bertuliskan nama seorang gadis dengan tambahan emot love pada awalan namanya.

“Apa? Kehujanan?” Sontak suara bass Siwon menggema di apartenya. Ia memekik terkejut dengan dua alis yang bertautan.

“Kau di mana sekarang?”

“Tunggu aku di sana! Jangan keluar dari phone box ituarrasseo!!” Titah Siwon kemudian mematikan sambungan telepon itu secara sepihak.

Dengan sekali gerakan ia mengambil mantelnya sekaligus payung yang tergeletak di dekat pintu lalu beranjak keluar dari apartenya. Langkahnya dipercepat saking khawatir mendapat kabar dari kekasihnya yang tengah terjebak hujan di salah satu kawasan elit Seoul, kekasihnya, si gadis hujan Kim Yoojon.

“Oppa… bisa kau jemput aku sekarang?”

“… lagi-lagi aku terjebak hujan.”

Senyum Siwon merekah saat mengingat percakapannya tadi. Ia terkekeh mengingat kebiasaan gadis itu yang selalu lupa melihat perkiraan cuaca di televisi maupun handphonenya. Dan ini sudah kesekian kalinya gadis itu meminta Siwon menjemputnya di tengah-tengah hujan. Ya, memang tidak salah ia memanggil gadisnya itu dengan sebutan gadis hujan.

Di jalan Siwon sibuk memperhatikan jalan raya, seperti nasihat kekasihnya ia akan pelan-pelan mengendarai mobil ketika hujan –walau hatinya khawatir dengan keadaan sang gadis. Namun, tak berselang lama kemudianSiwon mempercepat laju mobilnya. Rasa khawatir itu menyergap, membuatnya tak sabar melihat kondisi Kim Yoojon yang berteduh di dalam phone box.

Pikirannya kemudian beralih saat lantunan lagu dari boyband juniornya berjudul Rainy Day terputar di tape. Ia mendengarkan lagu itu dengan khidmat mengingat kejadian awal pertemuannya dengan Yoojon. Di phone box, saat hujan. Keadaannya saat ini memang tidak jauh berbeda dengan awal pertemuan mereka, hanya dua kata kunci, Phone box dan hujan.

Awalnya Siwon tak pernah berpikir bahwa gadis yang bersamanya di phone box itu akan menjadi kekasihnya, mengingat sikap gadis itu yang bersikap dingin dan selalu marah-marah tak jelas akibat udara yang pengap. Namun, ia tak bisa mengelak bahwa wajah Yoojon terlalu cantik apalagi sepasang mata sipit yang selalu bersinar di matanya membuatnya jatuh hati. TatapanYoojon tajam namun polos.

“Yoojon…” gumam Siwon saat melintasi sebuah phone box di kawasan elit yang terkenal dengan lagu Gangnam stylenya. Diparkirnya mobil itu tak jauh dari tempat perkara lalusecepatnya ia berlari di tengah hujan hingga akhirnya masuk ke dalam phone box.

Gwencanha?” Tanya Siwon sembari memperbaiki tatanan rambutnya yang terkena air hujan.

Yoojon mengangguk, meneguk air ludahnya sendiri karena jarak di antara keduanya yang sangat dekat. Wajahnya merona saat Siwon melemparkan senyuman hangat kepadanya. Jantunganya mulai berdetak tak senormal biasanya. “Mana payungnya?” Sahut Yoojon kemudian.

Siwon mendesis, “aku melupakannya di dalam mobil.”

“Aish… khajja!” AjakYoojon malas sembari meraih pergelangan Siwon, mempercepat pergerakan mereka keluar dari phone box itu agar dapat menghalau pikiran kotor yang tengah menggoda benaknya.

“Ke mana?” Tanya Siwon menahan langkah Yoojon yang baru saja akan membuka pintu phone box dan melancarkan aksinya untuk menembus hujan. Pria itu tidak habis pikir dengan kelakuan Yoojon yang terlalu terburu-buru.

“Ke mobil! Mau ke mana lagi sih?” Kesal Yoojon menahan degupan aneh di dadanya. Lagi-lagi gadis itu meneguk ludahnya saat Siwon menariknya mendekat.

Mata Siwon menatap Yoojon lembut lalu mengecup singkat bibir gadis itu. “Kau kedinginan kan?” bisiknya membuat Yoojon mengangguk tak berkutik setelah merasakan hangat yang menyergap bibirnya barusan.

“Makanya, cepat pulang.” Ucap gadis itu sembari menggigit bibir bawahnya. Pipinya merona merah akibat perlakuan manis Siwon itu. Sungguh romantis, walau keadaannya saat ini cukup berantakan –dengan rambut dan baju yang lusuh akibat terkena hujan.

Siwon terkekeh lalu mengelus kepala Yoojon dengan lembut. Ia meraih punggung gadisnya itu lalu menariknya keluar dari Phone Box, mereka menembus hujan bersama. Benar-benar romantis. “Ini hujan… dan kau gadis hujan yang ku cintai.” Gumam Siwon hampir membuat Yoojon menghentikan langkahnya.

“Aku? Gadis hujan?” Tanya Yoojon saat mereka sudah berada di dalam mobil. Gadis itu sibuk merapikan rambutnya yang berantakan terkena air hujan begitu pula dengan Siwon.

“Mau apa lagi? Kau selalu terjebak di tengah-tengah hujan, saat pertama kali bertemu pun ketika hujan. Ah… di phone box itu pula!” Kata Siwon semangat lalu menancap gas.

Yoojon menghela napas lalu menatap Siwon dengan lembut. “Kalau begitu oppa adalah pria hujan. Kita bertemu dikala hujan, bahkan yang selalu hadir ketika aku kehujanan adalah dirimu,”

Mendengar penuturan itu membuat tawa Siwon memenuhi mobil, begitu pula dengan Yoojon. Keduanya pun saling berpegangan tangan, berusaha mengahangatkan satu sama lain lewat sentuhan kecil itu, menonton rintik hujan yang bermain di bumi dengan riangnya.

Siwon bergumam puas, Hujan kali ini memang membuat bulu kuduknya merinding namun, hatinya malah merasakankehangatan luar biasa pada awal musim semi kali ini.

 

END

Advertisements