image

Nama        : Goo

Judul         : Playback Part [1/5]

Tag           :  – Cho Kyuhyun

–   Park Chooni (OC)

–   Kim Kibum

–   Park Jung Soo a.ka Leeteuk

And the other cast~~

Genre        : Action, Fantasy, Romance

Rating        : PG-15

Length       : Chaptered

Catatan     : My Big inspire, HEROES! ^^ but the plot is mine. My second action fanfic. Don’t forget to RCL! Hope you understand the ability of the cast and the other thing about human amaze ^^ 

 

DUM!!

Suara benturan sahut-menyahut terdengar di telinga Chooni. Ia yang awalnya tengah tertidur sontak terbangun, sembari mengucek kedua matanya yang terasa berat ia terduduk di atas mini bednya yang berada di sebuah kamar sederhana bercet putih hitam, kamarnya.

“Aku baru saja ingin membangunkanmu,”

Kali ini bukan suara benturan yang ia dengar, melainkan sebuah suara berat yang khas menyapanya. Sontak Chooni membelalakkan matanya, jarang sekali ada orang yang ingin masuk ke kamarnya. Jarang, kecuali seseorang.

“Kyuhyun-ah, mereka sedang apa? Berlatih? Kenapa ribut sekali?” tanya Chooni to the point kepada pria bernama Kyuhyun itu. Seperti yang ia duga, orang bernama Kyuhyun itulah yang masuk ke kamarnya.

“Leeteuk sedang mencoba kemampuan Terrekinesisnya, melempar batuan ke ruang latihan,” jawab Kyuhyun jujur, pria itu terduduk di sebelah Chooni sembari membuka horden yang berada di atas kasur Chooni yang menutupi sinar mentari dari luar.

Chooni terdiam. Leeteuk adalah kakak angkatnya, dan pria itu memiliki sebuah kekuatan bernama Terrekinesis yang dapat mengendalikan unsur-unsur bumi. Terkadang ia bingung sendiri dengan kelakuan kakaknya itu, sudah hebat, masih saja berlatih menginginkan jurus baru dalam metode penyerangannya.

Ya, bukan hanya Leeteuk yang memiliki kekuatan. Ia pun, juga beberapa orang lainnya yang tergabung dalam sebuah persatuan Human amaze bernama Heroes. Chooni dan kekawanannya memang bukan manusia biasa, bahkan Chooni pun masih ragu apakah ia seorang manusia atau monster.

Seperti Kyuhyun. Pria itu juga bukan pria biasa yang terlihat tampan serta cool. Pria yang selama ini Chooni kenal itu adalah seorang duplicationer, yaitu manusia yang dapat menduplikasi kekuatan para human amaze tanpa terkecuali.

“Sedang memikirkan apa?” tanya Kyuhyun setelah melihat mata Chooni yang menatap ujung kasurnya kosong. Tangan kanan pria itu menyibak rambut panjang Chooni yang menutupi separuh wajahnya.

Lamunan Chooni langsung buyar saat tangan Kyuhyun sempat menyentuh wajahnya, ia lalu melempar pandangan ke arah lain, tidak ingin melihat sorotan mata tajam Kyuhyun yang bisa saja menghipnotisnya dalam sekejap. “Gayoon bagaimana? M, maksudku telingnya?” tanyanya gugup.

Kyuhyun berdehem. Seperti biasa, ia tak bisa menyembunyikan perasaannya kepada Chooni. Perasaan yang sudah tumbuh sejak beberapa tahun lamanya. “Gwencanha, itu latihan juga buat dirinya yang tak terbisa mengendalikan enhanced hearingnya.”

Mengenai Gayoon. Gadis itu memiliki kemampuan enhanced hearing yang fungsi pendengarannya melebihi batas normal. Gadis berumur 16 tahun itu memang belum stabil menerima kemampuannya.

Khajja, ada rapat di ruang bawah tanah, urgent!” ujar Kyuhyun sembari menarik pergelangan Chooni, membuat gadis bertubuh mungil itu terkesiap.

“Iya iya!! Aku kan belum mandi!” Seloroh Chooni membuat Kyuhyun tertawa keras. “Dasar pemalas!”

@@@@@

Bersiaplah untuk menerima dunia yang baru

_Revil_

Pesan singkat yang dibaca Chooni lewat kertas memo itu membuatnya terkesiap. Revil. Lagi-lagi kelompok human amaze itu berulah dengan menggunakan kekuatan mereka demi menguasai dunia dan membalas dendam.

Ya. Human amaze tidak hanya sekelompok orang-orang yang tergabung di Heroes, ada beberapa jenis kelompok perkumpulan dari beberapa Negara di dunia, entah itu baik maupun buruk. Dan untuk saat ini, Heroes memiliki tugas penting sebagai penyeimbang dunia dengan menyadarkan human amaze yang bertujuan buruk. Seperti Revil, rival terberat mereka.

“Kim Kibum, ia memiliki kemampuan Terrekinesis sepertiku namun kekuatannya lebih kuat dikarenakan emosi yang telah menguasainya. Gayoon dapat mendengar percakapan mereka, bahwa Kibum akan menghentakkan Seoul hingga berantakan lalu melanjutkan ke beberapa benua agar dunia hancur.”

Beberapa anggota Heroes mendengarkan penuturan Leeteuk dengan khidmat yang menjabat sebagai tangan kanan ketua Heroes bernama Man Soo Baek –yang kini entah berlabuh ke mana demi mencari beberapa human amaze yang masih bingung dengan jati dirinya.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan?” tanya Gayoon dengan polosnya.

Seorang pria bertato naga di leher yang dikenal sebagai mentalis menimpali pertanyaan Gayoon, “Apa kita harus menyerang markas mereka? Aku sangat tak sabar membunuh si Kangin dengan samuraiku.”

“Benar! Aku juga ingin sekali menampar si Nara!!” timpal yang lainnya hingga membuat sedikit keributan dalam ruang diskusi tersebut.

Sedangkan yang lain tengah ribut, Chooni dan Leeteuk saling bertatapan. Keduanya memang bukan saudara kandung tapi kedekatan yang telah lama terjalin membuat mereka dapat saling mengerti hanya lewat tatapan mata. Lewat sorot mata Leeteuk yang tajam, Chooni dapat tahu sebagaimana berbahayanya sosok Kibum yang mereka diskusikan. Terrekinesis memang salah satu kekuatan yang para human amaze takuti.

SIKKEURO!!!!” Kyuhyun memekik menggunakan sound manipulation yang ia duplikasi dari salah satu petinggi Heroes selain Leeteuk yang telah meninggal akibat melawan Revil beberapa tahun silam.

Pekikan yang lumayan keras itu tentu membuat ruang diskusi sunyi senyap setelah terdengar beberapa gema kecil dari suara Kyuhyun. Para anggota Heroes terdiam kembali, melempar pandangan penuh tanya kepada Leeteuk.

“Rencana kali ini, Chooni dan Kyuhyun akan ke masa lalu, mencegat para Revil meraih Kibum dengan membawanya ke markas Heroes. Bila ia menolak, bunuh dia tanpa alasan… Park Chooni! Cho Kyuhyun! Kalian siap?”

Chooni dan Kyuhyun mengangguk patuh. Dalam alam khayalan keduanya tengah tersusun sebuah strategi. 5 tahun lebih bersama Heroes membuat keduanya sangat paham mengenai strategi tugas, terlebih lagi mengenai penyerangan diam-diam ke dalam markas Revil.

“Kibum, dia orang seperti apa?” tanya Kyuhyun kemudian yang juga diamini oleh Chooni.

Leeteuk terdiam. Napasnya terhembus setelah beberapa saat, ditariknya sebuah foto dari kantung celananya. Foto Kibum. Seorang pria menggunakan topi kupluk dengan senyum tipis yang menawan. Tampan. Kata itu cukup menggambarkan sosok yang kini tengah mengancam dunia.

Chooni menatap lama foto itu, senyumnya beringsut mencuat. “Tampan.” Ucapnya diamini oleh hampir seluruh gadis yang berada di ruang bawah tanah itu, kecuali Gayoon karena kini gadis itu tengah sibuk memainkan handphonenya.

“Chooni-ya!” Interupsi Leeteuk, sepertinya ia mengerti dengan sikap Chooni akan pria yang dirasanya tampan.

Tak peduli dengan interupsi kakak angkatnya, Chooni malah asyik mengkhayalkan beberapa hal mengenai pria itu, berharap sosok Kibum ingin bergabung dengan Heroes dan ia pun dapat melaksanakan tugas PDKT-nya.

Bukan hanya Leeteuk yang merasa resah. Kyuhyun pun, bahkan keeksistensinya pada tugas kali ini akan dipertanyakan. Apalagi mengingat tingkah Chooni yang mungkin tak akan terlalu memperdulikannya demi sang musuh.

“Lebih baik dibunuh saja,” sahut Kyuhyun keki membuat Chooni mendelik sebal ke arahnya, “semua makhluk hidup memiliki hak untuk hidup Kyuhyun-ah, awas saja bila kau macam-macam dengannya!!”

“Dengan musuh, cih enak saja!” gerutu Kyuhyun membalas gagasan Chooni mengenai persamaan hak. Menurut Kyuhyun malah sebaliknya. Human amaze yang jahat tak perlu diberikan hak untuk hidup. Seperti Kibum contohnya.

“ASAP! Kalian berdua harus bersiap untuk esok, waktu kalian hanya 7 hari untuk membawanya ke sini.” Jelas Leeteuk memecah adu mulut yang hampir saja meledak.

“Park Chooni! Bila ada ketidakberesan maka kau akan ku salahkan!” tegur Leeteuk sebelum kawanan Heroes keluar dari ruang bawah tanah. Diskusi selesai, dan kali ini tugas akan diemban oleh duo Heroes. Park Chooni dan Cho Kyuhyun.

Chooni mengangguk enggan. Ditatapnya kembali foto Kibum yang diberikan oleh Leeteuk sebelumnya. “Bila kau kembali melakukan masalah maka aku akan kembali lagi ke masa lalu, aratta?”

@@@@@

Chronokinesis. Kekuatan ini adalah kekuatan yang paling banyak diinginkan oleh para human amaze selain regeneration yang sukar merasakan sakit, bahkan bila ada luka sebesar jidat pun kesehatan para regenartioner tak akan bermasalah. Namun cara kerja chronokinesis berbeda.

Chronokinesis atau mungkin dikenal sebagai space-time manipulation adalah kemampuan mengendalikan waktu atau tempat. Seperti kembali ke masa lalu, mempercepat waktu, dan sebaliknya. Para chronokinesiser memegang secuil takdir, karena mereka dapat merubahnya dengan memanipulasi waktu.

Di antara para human amaze yang tersebar di seluruh dunia. Hanya ada beberapa pemegang kendali chronokinesis, seperti Park Chooni. Kata Man Soo Bae, Tuhan memang adil, karena pemegang chronokinesis rata-rata adalah tipe manusia yang bijaksana hingga mereka tak akan menggunakan kekuatan mereka demi sebuah keburukan.

Dalam Heroes, kemampuan Chooni memang cukup diagungkan karena dengan dirinya, banyak tugas Heroes yang dapat tercapai. Seperti menyadarkan beberapa human amaze yang hampir bergabung dengan Revil atau kelompok jahat lainnya dengan cara kembali ke masa lalu.

Dan kini, kemampuan Chooni kembali dipergunakan. Menyadarkan sosok Kibum agar pria itu kembali ke jalan benar dengan cara masuk ke Heroes sebagai salah satu Terrekinesiser.

“Kalian siap?”

Pertanyaan Leeteuk membuat Chooni dan Kyuhyun yang asyik mempersiapkan senjata mereka sontak berdiri tegap dengan kepala teranggukkan. “Apa oppa tak memiliki lintas sejarah mengenai pria ini?”

Chooni melempar pertanyaan sembari mengenakan sarung samurainya. Karena tak memiliki sebuah kekuatan yang dapat menyerang siapapun, pada akhirnya Chooni belajar menggunakan Samurai juga Judo agar ia tak mudah mati akibat serangan Revil.

Leeteuk terdiam. Matanya menerawang ke atas langit, Chooni dan Kyuhyun yang tengah berdiri di sebuah tanah lapang dapat merasakan beberapa bebatuan bergerak sendirinya. Hal itu mengartikan bahwa Leeteuk sedang cemas, Chooni dan Kyuhyun memang sudah sangat hapal dengan sifat pria itu.

Mianhae, aku tak tahu.” aku Leeteuk.

Wajah pria itu beringsut melunak. Ditatapnya Chooni dan Kyuhyun yang telah berpakaian casual rapi dengan beberapa senjata berupa samurai juga pistol yang melekat pada tubuhnya. Kedua human amaze yang disayangnya itu tengah tersenyum kecil ke arahnya. Tersenyum tulus seakan menguatkan dirinya yang sebenarnya tak terlalu butuh motivasi.

“Berhati-hatilah, keadaan masa lalu akan mengacaukan masa depan. Bila kalian berbuat suatu kesalahn sedikit pun maka aku tak tanggung-tanggung untuk menghukum kalian.” Nasihat Leeteuk tegas.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya, tapi Chooni tidak. Gadis itu malah menggerling ke arah Leeteuk, “bila ia bisa masuk ke Heroes, apa yang akan kau lakukan untukku oppa?”

“Kau bisa menggunakan space manipulationmu untuk berkunjung ke Eropa. Otte? Kau puas?” balas Leeteuk membuat Chooni berseru girang.

Karena tahu tak bisa mengendalikan keadaan, Kyuhyun hanya bisa menghela napas, ia melirik Chooni dengan tajam, memberikan pengertian bahwa Heroes tak semudah itu untuk ditinggalkan liburan.

Mwo? Kalau kau memohon aku akan membawamu juga,” ujar Chooni sembari menyenggol pundak Kyuhyun hingga pria itu mengerucutkan bibirnya sebal. “Diminta pun aku tak mau,”

Mwo?! Oke! Akan ku ingat dengan baik apa yang kau katakan hari ini. Awas saja!” ancam Chooni yang hanya dibalas kedikan bahu Kyuhyun.

Leeteuk yang menonton sikap dua manusia itu hanya dapat terkekeh kecil. Ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat orang-orang terdekatnya dapat saling melempar lelucon walau di depan mereka sebuah takdir besar akan menunggu. Apalagi dengan Chooni. Adik angkatnya itu termasuk tipe human amaze yang lemah. Chronokinesis tak bisa memberikannya kekuatan lebih selain memanipulasi waktu dan tempat.

“Cha! Kalian harus cepat! Kalau bisa kembali dalam kurun waktu sehari, aratta?” sahut Leeteuk membuat Chooni dan Kyuhyun mengatupkan bibirnya rapat.

“Kami tak bisa janji Leeteu—”

Hyung!” Chooni memotong, mengingatkan Kyuhyun untuk memanggil kakak angkatnya dengan sebutan hyung agar terdengar lebih sopan.

Kyuhyun mencebik, melanjutkan kata-katanya, “kami pasti harus meluruskan masalah-masalahnya sebelum ia rela bergabung dengan Heroes.”

Geurae, aku harap kalian melakukan yang terbaik.” Ujar Leeteuk mengakhiri petuahnya.

Waktu menunjukkan pukul 09.00 pagi. Chooni juga Kyuhyun harus segera beranjak ke masa lalu demi bertemu dengan sosok Kibum. Mencari pria itu di tengah-tengah daerah Incheon dengan perlengkapan persenjataan yang tak terlalu lengkap.

“Kami pamit ya oppa! Annyeong!!!” pamit Chooni kemudian menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat.

Kedua mata Chooni tertutup rapat. Ditariknya napas dengan panjang dan kuat, berusaha berkonsentrasi agar dapat menjalankan kemampuannya dengan benar tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Genggaman Kyuhyun menguat. Tubuh mereka tiba-tiba terasa ringan. Dan Leeteuk pun tak lagi melihat sosok Chooni dan Kyuhyun di hadapannya. Pandangannya terganti dengan keadaan lapangan yang sunyi. Dua Heroes itu telah sampai di masa lalu.

 

To be Continue…

Advertisements