image

Nama        : Goo

Judul         : Playback Part [2/5]

Tag           :  – Cho Kyuhyun

–   Park Chooni (OC)

–   Kim Kibum

–   Park Jung Soo a.ka Leeteuk

And the other cast~~

Genre        : Action, Fantasy, Romance

Rating        : PG-15

Length       : Chaptered

Catatan     : Wah, Goo telat lagi nih nge-post! Really sorry ya, kemarin aku nggak punya waktu luang untuk ngepost blog. Tapi, pagi ini aku langsung chaw di depan lappy buat ngepost (walau yang baca cuman seorang T^T) Buat yang lain, kalau baca RCL ya… jangan jadi silent reader, aku nggak yakin buat nerusin publish kalau kalian jadi silent reader… Gomawo yang udah RCL (esp. my Bunny! xD) Semoga kalian paham dengan jalan ceritanya ^^ Thanks!

Genggaman Kyuhyun menguat. Tubuh mereka tiba-tiba terasa ringan. Dan Leeteuk pun tak lagi melihat sosok Chooni dan Kyuhyun di hadapannya. Pandangannya terganti dengan keadaan lapangan yang sunyi. Dua Heroes itu telah sampai di masa lalu.

@@@@@

DZIIINGGGG

Mata Chooni juga Kyuhyun terbelalak saat sebuah pesawat terbang di atas kepala mereka. Refleks Kyuhyun menarik tubuh Chooni ke dalam pelukannya lalu berjongkok agar tak merasakan angin yang berhembus cukup kencang akibat pesawat yang take off.

Gwencanha?” Kyuhyun bertanya sembari mengatupkan wajah Chooni menggunakan kedua tangannya.

Chooni mengangguk. Menarik tubuhnya agar keluar dari dekapan Kyuhyun yang hampir membuat hatinya mencelos. “Kenapa kita bisa sampai di sini sih?” tanya Chooni frustasi sedangkan Kyuhyun hanya dapat mencebik.

“Kau yang mengatur semuanya, jangan salahkan intuisimu. Atau mungkin kemampuanmu mulai tak stabil lagi?” tanya Kyuhyun bimbang. Chooni menggeleng tegas. “Aniya! Aku yakin, tadi aku mengaturnya untuk segera ke tempat Kibum berada.”

“Itu berarti ia ada di sini,” ujar Kyuhyun acuh sembari berjalan mendahului Chooni yang terhenyak melihat pemandangan bandara di depannya.

Jalur pesawat yang panjang, puluhan pesawat yang terparkir rapi, mobil-mobil pekerja teknik penerbangan, dan lain halnya yang sejujurnya tak pernah Chooni lihat selama ini. Chooni tak pernah tahu soal penerbangan, toh selama ini ia dapat menggunakan kemampuannya untuk mengunjungi Negara apapun dengan sekali kedipan mata tanpa perlu membayar mahal.

“Rasanya berada di langit bagaimana sih?” sahut Chooni setelah berhasil mengejar langkah Kyuhyun yang besar memasuki bandara Incheon lewat sebuah pintu staff  yang didapatinya setelah meneliti tekstur gedung.

Kyuhyun menghela napas, langkahnya terhenti dengan pandangan mata tepat ke binar mata Chooni yang polos. “Kau mau mencobanya?”

“Aku selalu memintamu, tapi kau tak pernah mengabulkannya. Tentu saja aku mau!” seru Chooni setengah mati berharap bahwa kali ini Kyuhyun mau mengiyakan permintaannya akan membawanya terbang ke udara menggunakan kemampuan flight examples yang diduplikasinya dari seorang pria bernama Choi Minho beberapa waktu lalu.

Mata Kyuhyun menyipit, ia melanjutkan langkahnya sambil menimbang-nimbang permintaan Chooni. Tiba-tiba pikirannya fokus pada satu hal, kembali ditatapnya Chooni dengan pandangan menantang. “I will, but in one condition… when we used it to kissing.”

Demi apapun di dunia ini. Kepala Chooni rasanya baru saja terserang ribuan panah hingga ia merasa pening dalam sepersekian detik. Ia tak buta abjad, ia pun tak buta mengenai Bahasa Inggris. Penuturan Kyuhyun barusan membuatnya tak mampu berucap selain menelan ludah dengan susah payah.

“Mana pria sok misterius itu?”

Lamunan Chooni pecah. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha tak perlu memikirkan pernyataan Kyuhyun yang menghentakkan jiwanya dan kembali ke dunia nyata –di mana saat ini keduanya menjadi bahan perhatian manusia di dalam bandara dengan senjata yang melekat pada tubuh mereka. “Apa kita perlu mengambil alih ruang pengumuman?”

Langkah Kyuhyun terhenti. Matanya berbinar menatap Chooni yang membuat idenya berkembang. “Khajja! Aku bisa menghipnotis mereka agar  menuruti permintaan kita,” katanya sembari menarik Chooni menuju ruang yang dimaksud.

Tak perlu waktu lama, dengan menggunakan intuisi Kyuhyun yang lumayan baik. Akhirnya mereka sampai di suatu ruang yang berisi beberapa pramugari juga pramugara yang selama ini bersuara lewat loudspeaker yang dipasang di setiap sisi bandara Incheon.

“Maaf—”

Sebelum seorang pramugara menolak kedatangan mereka, Kyuhyun menatap pria itu dengan tajam, membisikkan kata-kata hipnotis yang membuatnya menuruti segala kemauan Kyuhyun.

“Biarkan mereka,” ujar pria itu membuat seluruh staff menurut.

Tak lama membuang waktu, pada akhirnya Kyuhyun mengambil alih sebuah mic yang terhubung dengan seluruh loudspeaker di gedung bandara. Ditatapnya Chooni yang langsung mengangguk, mengerti dengan apa yang akan dilontarkan Kyuhyun kemudian.

“Kepada Kim Kibum, pria berumur 25 tahun yang berulang tahun pada tanggal 21 Agustus 1987 diharapkan kedatangannya menemui dua orang pasangan kekasih di Starbucks. Secepatnya! Ini mengenai pacarmu!”

Setelah benar-benar puas mengutarakan hal itu, ditatapnya Chooni dengan lekat. Mata gadis itu melebar, tak percaya dengan pengetahuan Kyuhyun barusan, bahkan dengan sedikit kalimat pemanis mengenai pacar yang mungkin saja telah Kyuhyun ketahui sebelumnya.

“Tahu apa mengenainya?” tanya Chooni setelah mereka terduduk santai di salah satu sudut café starbucks, tak begitu peduli dengan tatapan orang-orang mengenai pembungkus samurai juga pistol yang melekat pada tubuh mereka.

“Tak banyak.” Jawab Kyuhyun singkat, ingin mengindahkan pertanyaan Chooni mengenai pengetahuannya mengenai sosok Kibum yang selama seharian kemarin ia cari-cari setengah mati.

“Ia punya masalah dengan pacarnya?” tanya Chooni lagi, Kyuhyun mengangguk acuh, menyesap kopi dingin yang ia pesan sebagai penetral rasa gugup yang kadang muncul di otaknya.

“Me—”

“Kalian mencariku?”

Kepala Kyuhyun dan Chooni bergerak ke samping, mengamati siluet seorang pria bertubuh tak cukup tinggi, namun berwajah tampan melihat mereka dengan tatapan mata yang mengarah tajam ke suatu arah.

“Cho Kyuhyun.”

“Park Chooni.”

Keduanya menyahuti nama masing-masing tanpa peduli tatapan Kibum yang kini menatap Kyuhyun penuh selidik. Chooni meneguk ludahnya dengan susah payah, pria itu tampan, sangat tampan. Namun pandangan kosong pria itu membuat rasa sukanya luntur seketika.

Hanya dalam sekali lihat pun orang tahu bahwa Kim Kibum memiliki sebuah masalah kompleks pada dirinya sendiri. Mental yang tak kuat.

“Kita perlu bicara di tempat lain,” ujar Kyuhyun sembari menegakkan tubuhnya. Ia melempar pandangan pada Chooni yang mengangguk setuju, detik selanjutnya keduanya menyeret Kibum keluar dari bandara tanpa bantahan sekalipun.

“Apa yang kalian inginkan dariku? Human amaze,”

Baru saja Kyuhyun ingin melemparkannya pertanyaan, pria itu telah mendahulinya dengan perkataan sinis. Chooni memandang Kibum tak percaya, “kau tahu? Ba- bagaimana bisa?”

“Dari kemarin kalian terus memaksaku masuk ke komunitas aneh itu, sudah berapa kali ku bilang bahwa aku tidak tertarik dengan hal itu, kenapa kalian terlalu keras kepala eo?” tanyanya dingin tak berekspresi.

Chooni menelan ludah. Kalian yang dimaksud Kibum mungkin adalah kawanan Kangin sebagai kaki tangan pendiri Revil, bukan Heroes. Ini adalah masa lalu, dan Heroes tak pernah memburu Kibum untuk menyuruhnya masuk ke dalam komunitas –kecuali kali ini, karena masalah penting.

“Kami bukan komunitas yang sama.” Chooni mengelak.

“Tapi kalian tetap saja kumpulan orang aneh,” balas Kibum membuat rasa sebal Chooni meninggi.

Hampir saja Chooni mencerca Kibum dengan berbagai makian dan sedikit penyadaran mengenai human amaze. Kyuhyun lebih dulu memegang lengannya, seakan memberikan sedikit rasa sabar akan sikap pria dingin di hadapan mereka itu. Untuk kali ini dengan berat hati Chooni akui bahwa Kyuhyun memiliki kepala yang dingin ketika melaksanakan tugas, tidak seperti hari biasa.

“Kalau kami aneh, kau pun.” Ujar Kyuhyun santai.

Kibum melebarkan pandangannya, Chooni dan Kyuhyun merasa sedikit goncangan pada tanah yang mereka pijaki. “Aku menolak, sampai kapan—”

“Kami akan membantumu ke masa lalu, kau ingin meminta maaf padanya bukan?” seloroh Kyuhuyun membuat suasana menjadi sepi.

Napas Kibum tersenggal, dadanya bergerak naik turun karena perasaan yang berkecamuk di hatinya. Ia tak dapat membalas ucapan Kyuhyun, terlebih karena ajakan pria itu yang membuatnya goyah. Selama ini ia memang ingin sekali ke masa lalu, meluruskan sebuah hal yang selalu menjadi mimpi buruknya selama ini.

“Aku bisa mengendalikan waktu, bila kau mau bergabung dengan Heroes, aku akan membantumu.” Timpal Chooni makin membuat Kibum membisu. Pilihan yang sulit.

“Apa kalian juga bisa menghilangkan kemampuanku?”

Tentu. Chooni dan Kyuhyun sedikit terkejut mendengar pertanyaan Kibum yang setengah berharap itu. Memang, tak semua human amaze langsung ingin bergabung dengan Heroes. Rata-rata pertanyaan itu akan keluar sebagai penolakan akan takdir Tuhan yang telah memberikan mereka kekuatan.

“Takdir Tuhan tak dapat kami elak—”

“Ke masa lalu! Bukannya kalian juga merubah takdir huh? Bila kalian tak bisa melakukannya, aku mengerti, maka dari itu… aku tak ingin bergabung dengan kalian!” Tegas Kibum bersiap untuk berlalu dari lapangan yang masih berada di kawasan bandara, namun dengan cepat Kyuhyun mencegatnya.

“Kau akan menghancurkan dunia.” Sergah Kyuhyun, namun hanya dijawab senyuman licik seorang Kibum. “Apa aku percaya dengan kata-kata kalian? Aku tak selicik itu demi menghilangkan kekuatanku.”

Aniyeyo! Seseorang akan membuatmu kehilangan perasaan Kibum-ssi. Di masa depan kau akan menghancurkan dunia, maka dari itu kami kembali ke masa lalu untuk mencegah mereka membawamu ke komunitas tersebut.” Chooni menjelaskan dengan napas yang terengah-engah setelah menghampiri dua pria itu.

Tidak seperti yang diharapkan Kyuhyun dan Chooni. Kibum masih tak percaya dan kembali melanjutkan langkahnya keluar dari bandara Incheon lalu memanggil taksi dan cepat bergegas dari dua manusia aneh yang mengaku dari Heroes itu.

“Kim Kibum! Kau benar-benar tak ingin ke masa lalu huh?!”

@@@@@

Chooni terus mengerucutkan bibirnya mengikuti langkah Kyuhyun yang berjalan dengan santai menuju apartemen Kibum yang tak terlalu jauh letaknya dari bandara. Gadis itu berharap bahwa Kyuhyun akan mengejar taksi Kibum dengan membawanya terbang bersama. Namun kenyataannya, pria itu memilih untuk berjalan.

“Ia mungkin tak pergi ke apartenya, khajja, kita mengejarnya lagi. Kau kan pasti tahu di mana taksinya,” Kata Chooni berusaha merubah pemikiran Kyuhyun.

Tak begitu peduli dengan Chooni. Kyuhyun malah sibuk bersenandung sembari melangkahkan kakinya lambat-lambat untuk mengamati daerah Incheon yang sebenarnya sudah agak bosan ditelitinya –toh Kyuhyun berasal dari daerah yang sama.

“Kyuhyun-ah…”

“Park Chooni,” Kyuhyun memanggil sembari menatap Chooni dengan santai. “Gokjongmalyo, dia akan ke makam pacarnya, sebentar malam ia akan kembali. Dan seperti strategiku, Kita akan mengejutkannya di aparte, ia tak akan mengelak bila kita memintanya untuk menginap di sana.”

“Kau bisa membaca masa depan?” tanya Chooni tak peduli membuat Kyuhyun tersenyum tipis. “Aniya, ini jalan pikiran pria.”

“M, maksudmu?”

“Kibum bukan tipe manusia yang suka mengelak. Dengan sedikit memelas ia akan memperbolehkan kita tinggal di apartenya, sekaligus meyakinkannya untuk masuk ke Heroes sebelum Revil merebutnya.” Jelas Kyuhyun tanpa jeda.

Chooni mengangguk. Strategi Kyuhyun cukup meyakinkan dan ia harap apa yang telah mereka rencanakan akan berjalan sesuai rencana. Semoga saja.

Khajja!” Kyuhyun berseru sambil menarik pergelangan tangan Chooni memasuki sebuah gedung sederhana di salah satu kawasan padat Incheon.

Mata Chooni nyalang memperhatikan gedung itu, ia sedikit takut bila ada salah satu anggota Revil yang tengah mengawasi Kibum. Langkahnya tegas, tidak sedikit pun orang yang luput dari pandangannya.

Gwencanha, ini setahun sebelum Revil berhasil merekrutnya, kau ingat?”

Kyuhyun benar. Tapi tetap saja ia merasa tak nyaman saat merasakan beberapa mata menatapnya misterius dari jarak yang cukup jauh. Selama mempelajari samurai, Chooni mendapatkan banyak wawasan, apalagi mengenai serangan mendadak dari beberapa sisi.

“Berikan kami kunci apartemen Kim Kibum nomor aparte 122, jangan khawatir kami tak bermaksud jahat.” Ujar Kyuhyun pada seorang resepsionis, menghipnotis lagi demi melaksanakan tugas.

Tak perlu menunggu lama, Kyuhyun telah menggenggam kunci serep dari apartemen Kibum lalu beranjak menaiki lift diikuti oleh Chooni yang termanggu di belakangnya. “Kenapa kali ini terasa begitu mudah ya,” sahutnya dibalas kedikan bahu oleh Kyuhyun.

“Aku malah berharap akan seperti ini, bertemu Revil malah membuatku ngantuk.”

Chooni mencebik mendengar penuturan Kyuhyun yang terkesan sombong. Diam-diam ia merasakan hal yang sama, namun di lain hal ia merasa cemas karena sejak awal kedatangan mereka di gedung aparte itu, beberapa mata terasa sedang mengawasinya.

“Cha! Bersantailah!!” Seru Kyuhyun sembari menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa yang lumayan empuk di aparte Kibum. Chooni melakukan hal yang sama tetapi hatinya masih saja was-was tak dapat sesenang Kyuhyun yang mungkin akan tertidur dalam kurun waktu sepersekian detik.

“Kyu—”

Benar saja.

“Zzz….”

@@@@@

Mworago?! Apa yang kalian lakukan di aparteku?” Nada suara Kibum naik satu oktaf, membangunkan Kyuhyun yang asyik tertidur dan mengejutkan Chooni yang asyik memasak di dapur miliknya dengan memakai beberapa bahan yang didapatinya di kulkas.

Kyuhyun tersenyum tipis sembari menarik napas panjang. “Beristirahat.” Jawabnya acuh, tak begitu peduli dengan delikan tajam Kibum yang seakan ingin memakannya hidup-hidup.

“Kibum-ssi!! Kau sudah makan? Aku baru saja mem—”

KA!!!” pekik Kibum cepat.

Chooni menatapnya takut dari dapur yang terletak satu ruangan dengan ruang tamu, sedangkan Kyuhyun hanya terkekeh kecil. Chooni yang merasa bersalah kemudian kembali memasak, berharap Kyuhyun akan meluruskan permasalahan yang mereka buat dengan rasa hormat.

“Masakan Chooni cukup enak, beristirahatlah dulu, kau pasti lelah meracau sendirian di makamnya.” Ujar Kyuhyun bak pemilik aparte membuat Kibum menarik napas panjang.

“Apa yang kalian mau? Bukankah aku sudah bilang bahw—”

“Chooni-ya! Berapa lama lagi eo? Aku sudah lapar!!”

Tangan Chooni yang asyik menggoreng beberapa omelet terhenti, matanya melirik Kyuhyun tajam atas ketidaksopanan yang ia buat di aparte Kibum. Bukannya meluruskan masalah, pria itu malah membuat emosi Kibum makin naik.

Gokjongmal, selama kami di sini, kami tak akan menyusahkanmu,” Kata Kyuhyun tak peduli dengan perubahan wajah Kibum.

Dalam sepersekian detik Chooni dapat merasakan amarah yang terpendam pada diri Kibum. Pria itu mengepalkan kedua telapak tangannya dengan keras, matanya menyipit tajam ke arah Kyuhyun yang pura-pura tak peduli dengannya.

Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, Chooni cepat-cepat membawa nasi omelet ke hadapan dua pria itu. Ia tahu, makanan adalah cara terbaik untuk meredam emosi selain air.

“Maaf, aku rasa omelet lebih instan daripada hal lainnya. Aku juga tak menemukan kimchi, jadi hanya ini saja yang kita makan. Tak apa bukan?”

Satu alis Kyuhyun terangkat. Ditatapnya nasi omelet dengan penuh minat, “gwencanha, setelah tidur perut memang akan terasa lapar. Apapun akan terasa enak saat dimakan, iya kan?” sahutnya pada Kibum dengan nada menggoda.

Kibum tak menjawab, ia telah menyantap nasi omelet buatan Chooni dengan pelan. “Untuk hari ini saja, besok kalian harus pergi dari sini aratta?” tegasnya setelah tahu Kyuhyun dan Chooni tersenyum penuh ke arahnya.

“Selamat makan!!”

@@@@@

“Selamat pagi.” Ucap Chooni saat mendengar sebuah langkah kaki mendekatinya.

Ini masih sangat pagi, Chooni sebenarnya tak terlalu sering bangun pagi. Namun karena permintaan Kyuhyun semalam yang menyuruhnya membuat kimchi, akhirnya mau tak mau membuatnya harus rela menyetel alarm lebih pagi lagi.

Ia ingat tadi malam bagaimana Kyuhyun dan dirinya bertengkar karena mendapat kamar yang sama. Kyuhyun jelas-jelas tak mempermasalahkan bila ia harus tidur sekasur dengan Chooni, tapi tidak sebaliknya. Chooni seorang wanita, ia tak mau memberikan kesempatan sedikit pun untuk Kyuhyun, bahkan untuk menyentuhnya pun ia sebenarnya enggan.

Dan pada akhirnya Kyuhyun mencak-mencak tidur di lantai berkasurkan bed cover yang mereka dapat dari sebuah lemari kayu.

Kajima…,”

Napas Chooni tercekat, matanya melebar saat sebuah tangan memeluknya dari belakang. Suara itu memang tidak asing lagi bagi Chooni, namun kali ini itu bukanlah suara Kyuhyun yang memang kadang suka menjahilinya dengan melakukan skinship.

Itu suara…

To be continue

Advertisements