image

Nama        : Goo

Judul        : Playback Part [3/5]

Tag           :  – Cho Kyuhyun

–    Park Chooni (OC)

–    Kim Kibum

–    Park Jung Soo a.ka Leeteuk

And the other cast~~

Genre       : Action, Fantasy, Romance

Rating      : PG-15

Length      : Chaptered

Catatan    : Ahh~~ Jaringan di kotaku benar-benar buruk! Kesibukan di sekolah pun bertambah, aku tak tahu apakah jadwal postinganku akan tetap terjaga atau sebaliknya. Semoga masih ada yang pengen baca cerita mengenai manusia super ini 🙂 Btw, 3rd story Heroes belum terlanjutkan dan masih mepet di awal cerita –so, cerita ke-4 masih belum jelas.

Oke,maybe too much… Don’t forget to RCL, please respect me and the other reader(s), ok? You are not cute Silent reader!

 

Previous Chap…

Napas Chooni tercekat, matanya melebar saat sebuah tangan memeluknya dari belakang. Suara itu memang tidak asing lagi bagi Chooni, namun kali ini itu bukanlah suara Kyuhyun yang memang kadang suka menjahilinya dengan melakukan skinship.

Itu suara…

@@@@@

 “Kibum—”

Kajima…,” ucap pria itu lagi dengan dekapan yang lebih erat membuat Chooni menghentikan gerak tangannya yang asyik mencampurkan lobak pada bumbu yang telah ia buat.

“Kibum—”

“Rieun-ah… kajimajebal kajima,” isak Kibum sembari membenamkan wajahnya pada leher Chooni.

Hal itu membuat Chooni tak mampu berbicara. Lidahnya tercekat, matanya bergerak melihat kedua tangan Kibum yang melingkar pada perutnya. Segelintir perasaan simpatik menyerangnya, ia tak mampu melepas Kibum dari pelukannya. Rasanya ia pun merasakan sakit yang sama saat mendengar isakan Kibum mengenai pacarnya yang telah tiada.

Masalah Kibum ternyata hanyalah sebuah masalah hati. Beberapa bulan yang lalu, Jung Rieun, pacar Kibum meninggal akibat sebuah kecelakaan misterius di sebuah kawasan pegunungan. Menurut Kyuhyun, hal ini ada hubungannya dengan Revil. Mereka berencana membuat Kibum stress lalu merekrutnya alih-alih menghilangankan kekuatannya.

“Lepaskan!”

Sebuah suara menginterupsi Chooni dari lamunannya. Dadanya berdesir saat mengetahui asal suara itu. Cho Kyuhyun.  Ia baru saja berbalik saat Kyuhyun menyerang Kibum dengan bogem mentahnya.

Setelah melepas sarung tangan karet yang ia gunakan untuk membuat kimchi, Chooni beringsut mendekati Kibum yang terpental di lantai. Mata gadis itu melebar menatap Kyuhyun dengan sebal. “Kyuhyun-ah!!”

MWO?! Kau senang ia memelukmu kan?! Kau senang saat ia mengiramu sebagai wanita lain hah?! Sadarlah Park Chooni!!”

“CHO KYUHYUN!” Pekik Chooni lebih keras.

Tanpa peduli dengan wajah Kyuhyun yang frustari, ia membopong Kibum ke atas sofa. Kyuhyun terlalu berlebihan, walau ya, pria itu pantas marah karena Kibum telah melakukan hal yang tak sopan padanya.

Chooni pun tahu Kyuhyun tengah diserang rasa cemburu yang berlebihan. Mata pria itu nyalang menatapnya bergantian dengan Kibum yang terisak di atas sofa, menepis tangan Chooni yang ingin membantunya menghapus luka memar pada ujung bibirnya. Kibum sepertinya sudah sadar dari khayalannya mengenai sosok Chooni yang berubah menjadi Rieun.

“Chooni-ya! Pikyo!”  Kyuhyun menggertak, melayangkan pistolnya ke arah Kibum yang menatapnya kosong.

“KYUHYUN-AH!! Andwaemaldo andwae!!” Chooni terisak membuat Kyuhyun makin gentar dengan pergerakan pistolnya.

“Park Chooni! Pikyo!” “Park Chooni! Pikyo!”

Kyuhyun tak tahu mengapa Chooni terisak. Entah itu karena dirinya yang berubah bengis atau masih bersimpatik dengan sosok Kibum yang ia ketahui sebagai pria idaman Chooni. Yang jelas ia kalap kali ini. Hatinya sakit melihat Kibum memeluk erat Chooni dengan menganggap gadis itu sebagai orang lain.

“Dia menolak Chooni-ya! Kau ingat perintah Leeteuk tidak?! Aku harus membunuhnya!” Tegas Kyuhyun dengan nada dingin. Pria itu bukannya tak peduli dengan Chooni, tapi kali ini ia memang harus memusnahkan Kibum seperti perintah Leeteuk sebelumnya.

Hanbonman Kyuhyun-ah… berikan ia satu kesempatan! Kita bahkan belum mempertemukannya dengan Rieun.” Pinta Chooni sembari mengatupkan kedua tangannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun tahu harus berbuat apa. Pada akhirnya ia menurunkan pistolnya lalu beringsut menuju balkon dan menjatuhkan dirinya begitu saja dari ketinggian beberapa meter lalu terbang dengan mudahnya tanpa arah. Chooni menatap kepergian Kyuhyun dengan hati mencelos. Ia tahu, ia salah.

Mianhae…,” Suara Kibum bergetar di sampingnya. Chooni mengangguk kemudian berdiri tegak, ditatapnya Kibum dengan lembut. “Kami akan membuatmu kembali ke masa lalu, tolong… bergabunglah dengan Heroes. Kami bermaksud baik untuk dunia, juga untuk sekelompok manusia seperti Rieun.”

@@@@@

“Siap Kibum-ssi?” Chooni memastikan, melirik Kibum tengah berlatih tersenyum untuk mempersiapkan dirinya yang baik-baik saja di depan Rieun kelak.

Setelah yakin, Kibum mengangguk patuh. Chooni yang telah siap dengan perlengkapan samurainya ikut mengangguk. Digenggamnya tangan Kibum dengan erat, napasnya bergerak teratur, berusaha berkonsentrasi untuk memulai penjelajahannya ke masa lalu.

Tak perlu waktu lama, setelah merasakan sensasi yang luar biasa, sampailah mereka di masa lalu. Tepat sehari sebelum kecelakaan Rieun. Ya, setelah kepergian Kyuhyun, Kibum mengajak Chooni untuk bercerita mengenai kebenaran kecelakaan misterius kekasihnya yang memiliki hubungan erat dengan Revil –yang diketahuinya dari Kyuhyun secara detail.

Setelah beradu mulut, akhirnya Kibum setuju untuk pergi ke masa lalu, tepat sehari sebelum kematian Rien untuk menyampaikan rasa sayangnya. Hati Kibum ternyata selama ini sangat rapuh, pria bersenyum menawan itu sangat frustasi saat Rieun meninggal dan terus menyalahkan dirinya yang sialnya saat itu sedang tak berada di tempat kejadian.

Takdir Tuhan tetap tak dapat diubah. Kibum tahu, walau ia memaksa ke tanggal kematian Rieun pun ia tak dapat mengubah keadaan. Rieun akan tetap mati meskipun dengan cara berbeda. Hal itulah yang membuat Chooni enggan membawanya ke hari itu.

“Aku akan mengawasimu dari belakang, jangan khawatir.” Kata Chooni saat Kibum mulai memasuki sebuah gedung aparte Rieun yang tak jauh dari kawasan Incheon.

Pria itu mengangguk mengerti, dengan hati yang mulai berdesir ia pun melangkahkan kaki memasuki lift diikuti oleh Chooni dengan tatapan tajam ke segala arah. Was-was. Ia tak tahu harus berbuat apa selain mengawasi daerah sekitar. Kecelakaan itu ada hubungannya dengan Revil, dan ia tak mau gegabah kali ini, apalagi tanpa sosok Kyuhyun di sampingnya.

Kyuhyun. Chooni tak tahu ke mana pria itu. Namun ia percaya bahwa Kyuhyun mengerti apa yang akan dilakukannya saat ini. Melaksanakan tugas akhir sebelum Kibum benar-benar aman di markas Heroes.

Gerakan lift terhenti, menunjukkan angka 3A tempat di mana aparte Rieun berada. Chooni mengikuti langkah Kibum dari belakang, hingga akhirnya terhenti pada sebuah pintu bernomor 122. Nomor yang sama dengan nomor aparte Kibum. Hati Chooni mencelos, merasa iba dengan kedekatan dua manusia yang pada akhirnya tak ditakdirkan bersama itu.

“Titip salamku untuknya,” sahut Chooni saat didengarnya suara Rieun dari dalam aparte.

Kibum mengangguk sembari tersenyum tipis. Telunjuknya pun bergerak memencet sebuah intercom, lalu menyapa pacarnya itu dengan suara lembut bernada manis. “Ri-ya, ini oppa.”

@@@@@

“Kau puas?” tanya Chooni sembari tersenyum menggoda ke arah Kibum yang tengah asyik menyesap sebuah kopi hangat yang dibelinya pada sebuah mesin kopi tak jauh dari gedung aparte Rieun.

Napas Kibum terhembus pelan, ada rasa lega sekaligus sakit menimpa hatinya. Tadi, ia bersusah payah untuk tidak menangis di depan gadisnya, Rieun. Ia pun terkesan cepat-cepat menyampaikan maksudnya lalu bergegas keluar karena tak sanggup menahan gejolak hatinya yang ingin menyuruh Rieun untuk tidak keluar rumah esok harinya.

Chooni sendiri tak dapat berbuat banyak. Ia sendiri sebenarnya tak pernah tahu apa yang dirasakan seseorang bila sedang jatuh cinta, dan setelah mendengarkan cerita Kibum yang mencurahkan kekhawatirannya kepada Chooni membuatnya sadar akan satu hal. Jangan pernah membiarkan orang yang telah mencintai kita pergi begitu saja.

Selama ini Kibum memang frustasi. Ia tak bisa menyembunyikan rasa takutnya ketika tahu Rieun meninggal, ia tentu tak bisa melepas gadis yang sangat dicintainya itu pergi ke alam yang lebih tenang. Bahkan seringkalinya ia menyalahkan diri sendiri karena tak bisa melindungi gadis itu.

Namun takdir tetaplah sebuah takdir. Human amaze memang dapat bertindak, tapi tetap saja yang menentukan adalah Yang Maha Kuasa.

“Hm… soal tadi pagi aku minta maaf, pacarmu pasti sangat marah.” Ujar Kibum membuat Chooni mengelaknya dengan cepat. “Pacarku?! Aniya!! Dia… dia orang yang spesial dalam hidupku, tapi bukan pacar.”

Geuraenikka? Aku rasa ia mencintaimu Chooni-ssi, rasa bogem yang ia berikan padaku cukup sakit, tidak seperti tingkah seseorang yang ingin melindungi temannya.” Kata Kibum, kali ini dapat membungkam mulut Chooni dengan rapat.

Pikiran Chooni melayang, memikirkan apa yang tengah Kyuhyun perbuat di masa depan tanpa dirinya. Kibum benar, Kyuhyun mencintainya dan Chooni sendiri tak pernah tahu perasaannya akan pria itu. Selain enggan, Chooni pun takut bila ia memiliki perasaan yang sama terhadap pria itu.

“Saranku, jangan membuang waktu lebih banyak demi memelihara ego. Waktu akan terus berjalan dan kau pasti akan menyesalinya bila waktu kalian semakin menipis.” Jelas Kibum sambil memamerkan deretan giginya yang putih bersih.

Chooni mengangguk patuh walau sebenarnya ia masih tak ingin mencari tahu kebenaran mengenai perasaannya tersebut. Cho Kyuhyun tetaplah sahabatnya, saudaranya dalam Heroes dan cinta itu tak musti tumbuh sebagai perasaan kompleks antara keduanya.

Cha! Kita harus kembali melihat Rieun lagi, kan?” tegur Kibum saat tak melihat pergerakan berarti dari Chooni yang asyik melamun. Pria itu menggelengkan kepalanya heran sembari menyembunyikan senyuman jahilnya.

“Ehm… n, ne.”

@@@@@

Chooni baru saja ingin mengejutkan Kyuhyun saat ia melihat sosok itu asyik tertidur di atas cover bed yang tertata rapi di atas lantai. Pria itu tak mengenakan selimut dan memeluk dirinya sendiri sebagai penghangat yang Chooni yakini tak ada rasa hangat-hangatnya.

Setelah menutup pintu kamar dan meyakini Kibum juga telah mengunci balkon dan pintu apartenya, ia pun bergegas masuk, menaruh sarung samurainya di atas kasur lalu beringsut mendekati Kyuhyun yang tertidur pulas.

Percakapannya dengan Kibum di masa lalu tadi terlintas di benaknya membuat hatinya kembali merasa jengah. Tiba-tiba ia merasa cemas akan kondisi Kyuhyun, bertanya-tanya dalam hati apakah pria itu sudah makan malam atau belum. Ia tak sadar bahwa hampir seharian ia berada di masa lalu demi menemani Kibum yang ingin memastikan keadaan Rieun setiap menitnya.

Napas Chooni terhela pelan, matanya menatap wajah Kyuhyun dengan intens, memainkan anakan rambut Kyuhyun dengan lembut tanpa ingin membangunkan pria itu. Jujur saja, selama ini Chooni merasa jantungnya akan berdetak tidak karuan bila Kyuhyun terus menjahilinya dengan beberapa skinship. Dan ia pun tak pernah ingin mencari tahu lebih mengenai penyebab kerja jantung yang abnormal itu.

Mianhae, aku tak pernah ingin tahu soal itu Kyuhyun-ah,” ujar Chooni pelan membuat hatinya mencelos.

Gadis itu kembali menarik napas, mengelus permukaan pipi Kyuhyun dengan lembut sembari tersenyum menatap wajah polos pria itu. “Bila kita bersama, Tuhan pasti akan memberikan jalan bukan? Mianhae, aku enggan untuk mencari tahu.” Lanjutnya kemudian jeda yang cukup lama karena Chooni yang mulai asik menatap wajah Kyuhyun yang berkulit pucat itu.

Hanya pada saat seperti inilah ia dapat melihat wajah Kyuhyun secara intens tanpa takut dipergoki oleh orang lain.

Mianhae…,”

Tiba-tiba Kyuhyun bergumam seakan membalas kata-kata Chooni barusan membuatnya terkejut, terlebih lagi saat salah satu tangannya telah dipeluk Kyuhyun dengan hangat.

Mianhae,” Kyuhyun kembali bergumam, kali ini membuat Chooni tersenyum kecil. Ia tahu Kyuhyun tak sedang tertidur walau keadaan pria itu telihat seperti orang yang tengah mengigau.

Setelah berpikir lebih lanjut akhirnya Chooni beringsut merebahkan diri tepat di samping Kyuhyun, tubuhnya menghadap ke arah Kyuhyun yang asyik memeluk tangannya dengan hangat, menatap wajah Kyuhyun dalam jarak beberapa centi.

Tahu sedang diperhatikan, Kyuhyun akhirnya membuka kedua kelopak matanya dengan berat. Matanya mendapati Chooni tengah tersenyum manis ke arahnya, senyuman yang selama ini ia idam-idamkan secara tak langsung. Entah bisikan dari mana, Kyuhyun malah menarik Chooni ke dalam pelukannya, memberikan gadis itu kehangatan dari kekuatan yang bahkan tak ia ketahui darimana asalnya.

Mianhae, aku menghipnotismu.” Bisik Kyuhyun kemudian lalu kembali terlelap sembari memeluk tubuh Chooni dengan erat.

Tahu bahwa ia tak dihipnotis seperti bisikan Kyuhyun barusan, Chooni malah mengangguk, “aratta.” Ujarnya dengan detak jantung mulai berdetak tak karuan.

Merasa lelah dengan kesibukannya seharian ini, akhirnya Chooni ikut tertidur ditemani derap jantung juga perasaan hangat yang selama ini ia inginkan dalam diam. Sepertinya ia mulai sadar akan perasaannya. Sangat sadar.

@@@@@

Pagi harinya Chooni yang masih berada di dalam pelukan Kyuhyun tersontak bangun. Ia menatap sinar matahari yang menembus jendela kamar tamu itu dengan mata melebar. Bodoh! Harusnya ia tak lupa mengatur alarm untuk mengamankan Kibum bila sesuatu hal yang buruk tiba-tiba terjadi.

Harusnya ia tak terlena dengan sosok Kyuhyun hingga lupa akan tugas yang ia emban, apalagi saat kemarin mereka tiba di aparte setelah jelajah masa lalu, hati Chooni merasa cemas karena merasa beberapa orang makin sering mengamatinya.

Tanpa peduli dengan Kyuhyun yang masih ingin tidur, Chooni bergegas keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Kibum dengan pelan. “Kibum-ssi!! Kau ada di dalam?”

Tak ada jawaban. Chooni berteriak memanggil Kibum sekali lagi. “KIM KIBUM!”

Perasaan Chooni makin tak enak, pada akhirnya ia pun mendobrak pintu Kibum dan mendapati kamar yang kosong melompong kecuali angin yang terus menerbangkan horden balkon yang terbuka lebar. Mata Chooni sukses melebar, rasa khawatir itu berubah menjadi rasa cemas yang berlebihan. Ia tahu ini semua ada hubungannya dengan Revil.

“Ada ap— ke mana Kibum!!?”

Chooni menggeleng frustasi menjawab pekikan Kyuhyun yang sepertinya baru sadar dari tidurnya yang lelap, ia berpencar mengelilingi kamar Kibum, membuka beberapa lemari ataupun kamar mandi. Namun hasilnya tetap sama. Kibum menghilang.

“REVIL!”

Napas Chooni tercekat. Ditatapnya Kyuhyun dengan cemas setelah pria itu memekik marah. Pada tangan Kyuhyun terselip sebuah note yang Chooni yakini sebagai urgent note dari kelompok Revil yang tak pernah absen meresahkannya. Tanpa membuang waktu lebih banyak Chooni bergegas menghampiri Kyuhyun dan membaca deretan kalimat yang tertulis pada kertas itu.

Terrekinesis… Guess where is he?

_Revil_

To be continue…

Advertisements