Nama        : Goo

Judul        : Playback Part [4/5]

Tag           :  – Cho Kyuhyun

–    Park Chooni (OC)

–    Kim Kibum

–    Park Jung Soo a.ka Leeteuk

And the other cast~~

Genre       : Action, Fantasy, Romance

Rating      : PG-15

Length      : Chaptered

Catatan    : Awaaa~~ Chapter 4!! ^^ RCL, ok?

 

Kyuhyun menggenggam tangan Chooni dengan erat, mereka berdua tengah membungkukkan badan melewati sebuah gorong-gorong dekat markas Revil yang terletak di sebuah pegunungan dekat komplek perumahan Hanok di Seoul. Jalan inilah yang selalu mereka lintasi bila ingin menyerang Revil. Jalan yang mungkin diketahui oleh Revil pula tapi sepertinya mereka berpura tak tahu karena merasa merasa lebih asyik bila Heroes menyerang mereka lebih sering.

“Kyuhyun-ah,” Chooni bergumam sembari menelan ludah dengan susah payah. Rasa takutnya makin menjadi, ia tak pernah pergi ke markas Revil hanya berdua dengan Kyuhyun karena ia tahu tempat itu sangat berbahaya untuk human amaze seperti Heroes.

Gwencanha.” Ujar Kyuhyun sembari menatapnya lembut, ia makin mempererat genggamannya seakan mentransferkan kekuatan yang ia miliki kepada gadis itu.

Gorong-gorong yang mereka lewati semakin memperlihatkan garis finish, sebentar lagi mereka akan sampai di sebuah aula markas Revil. Dan hal itu makin membuat Chooni gusar. Ia takut bila saja para anggota Revil langsung memberondongi mereka dengan beberapa kekuatan menakutkan.

Memang. Chooni bisa saja memindahkan waktu bila ia merasa terancam, tetapi ia kembali mengingat kata Leeteuk yang mengharuskannya berani melawan para musuh dengan kemampuan samurainya yang sudah cukup baik. Lagipula bila Chooni terlalu sering menggunakan Chronokinesisnya, kepalanya akan terasa berat seperti ditimpa berton-ton besi. Ya, satu kekurangan.

Chankam,” ucap Kyuhyun setelah mereka tiba di penghujung gorong-gorong yang ditutupi oleh trali besi.

Dengan cekatan Kyuhyun mendorong trali itu hingga terbuka lebar, membuatnya dengan mudah memasuki aula markas Revil yang keadaannya kosong melompong. Mengetahui ada hal yang tak beres Kyuhyun cepat-cepat menarik Chooni hingga gadis itu terdorong ke dalam pelukannya.

“Sstt,” Kyuhyun menaruh jari telunjuknya tepat di depan bibir Chooni yang hampir berteriak saking terkejutnya dengan tingkah Kyuhyun barusan.

Chooni mengangguk pelan, lagi-lagi ia harus menelan ludah karena rasa takut itu mulai membuncah, menguasai separuh tubuhnya. Ia berada di markas Revil sekarang, dan itu berbahaya.

“Aku terpukau dengan cinta kalian, sangat mengharukan.” Kata seseorang dengan nada menyebalkan, mengagetkan Kyuhyun juga Chooni yang baru saja ingin membuka sebuah pintu.

Seperti yang diduga. Mereka ditipu oleh kekuatan ilusi oleh salah seorang anggota Revil hingga memungkinkan mereka sempat tak melihat keberadaan para anggota Revil di setiap sudut aula. Kini ilusi itu menghilang. Ada empat anggota Revil yang berada di sana, terkecuali sosok Kibum yang tengah terduduk lemas di dekat anggota Revil bernama Nara.

Tubuh Kibum diikat oleh tali hingga memungkinkan ia tak dapat bergerak kecuali mengerang kesal pada Nara yang tak memperdulikannya. Gadis berambut sebahu itu malah menatap Kyuhyun dan Chooni dengan senyuman ramah yang menyebalkan.

“Kyuhyun-ah… aku tidak percaya dengan pilihanmu saat ini. Gadis itu tak lebih cantik dariku, bukan?” Celoteh Nara dengan gaya sok manisnya membuat Kyuhyun tersenyum sinis ke arahnya.

Chooni sendiri tak termakan emosi. Ia malah asyik memikirkan strategi demi menyelamatkan Kibum juga dunia yang saat ini berada di tangan mereka. Toh selama ini Nara memang dikenal sebagai anggota Revil yang sangat menyukai ketampanan Kyuhyun.

“Sayang sekali kemampuanmu yang bagus digunakan untuk berbuat kejahatan, kecantikanmu jadi luntur.” Ujar Kyuhyun santai hingga dihadiahi delikan sebal Nara.

Gadis itu pun mengalihkan pandangannya ke arah Kangin. Anggota Revil lainnya yang sangat sering Heroes temui. Kangin lalu mengangguk dengan seringaian khasnya, mengerti dengan maksud Nara yang menyuruhnya untuk memulai strategi.

“Kalian harusnya tak bermain ke sini, ke mana anggota Heroes lainnya? Meninggalkan kalian?” tanya Kangin datar lalu mengangkat kedua tangannya yang mengeluarkan api secara tiba-tiba.

Saat itu juga pada sekeliling Chooni dan Kyuhyun api muncul, hal itu membuat keduanya tak dapat melakukan pergerakan berarti karena rasa panas yang melemahkan tubuh. Dengan cepat Kyuhyun bertindak, api itu dimatikannya dengan mudah menggunakan kekuatan ice illusion.

“Kau bodoh ya, Kangin-ssi? Kau tidak ingat dengan kekuatan adikmu yang berhasil ku duplikasi?” seringai Kyuhyun membuat Kangin geram.

Ya. Kangin memiliki seorang adik yang beberapa tahun yang lalu mati ditangan Kyuhyun secara tidak sengaja. Anak berkekuatan Ice illusion itu menusuk perut Leeteuk secara tiba-tiba saat ada pertengkaran antara Heroes dan Revil, hingga dengan terpaksa Kyuhyun membungkamnya dengan peluru senapan yang berada di dekatnya. Hal itu pulalah yang menjadikan alasan bagi Kangin untuk membenci sosok Kyuhyun.

“KANGIN-AH!” Nara berseru saat melihat gejolak api yang menguasai tubuhnya. Pria itu tak terkendali akibat Kyuhyun yang menguak cerita pedihnya.

Beberapa lontaran api dilemparkannya ke arah Kyuhyun yang melindungi Chooni di belakang tubuhnya. Chooni ingin beraksi pula, tapi ia tak bisa mentolerir adegan pembuka kali ini. Kyuhyun sengaja membuat Kangin emosi hingga pria itu akan kehabisan tenaga dengan sia-sia.

“MATI KAU BRENGSEK!!” Amarah Kangin makin memuncak hingga api berkobar hebat di sekitarnya.

Nara melebarkan matanya. Dengan cepat gadis itu bertindak, ia menutup kedua matanya rapat lalu berkonsentrasi untuk menghalau emosi Kangin yang dapat membuat pria itu pingsan secara tiba-tiba bila kekuatannya melemah.

“Tidak semudah itu nona,” ujar Chooni yang dengan mudahnya berpindah tempat mendekati Nara hingga membuat konsentrasi gadis itu buyar seketika.

“Nara! Pikyo!!” seru salah anggota Revil sembari melemparkan sebuah belati ke arah Chooni.

TING!

Chooni tepat waktu. Ia dapat menghalau belati itu dengan mudah menggunakan samurainya. Diliriknya Nara yang tengah berlari ke sudut aula. Tak ingin membuang waktu, Chooni bergegas membuka tali yang mengikat tubuh Kibum dan melepas lakbam yang menutupi mulut pria itu.

“A, a…”

Belum sempat Kibum menyelesaikan bicaranya, seorang pria menyerang Chooni menggunakan tongkat kungfu panjang hingga gadis itu terdorong cukup jauh dari posisi Kibum. Sembari mengusap peluh, Chooni menggerakkan samurainya dalam posisi siap dengan mata mengarah tajam pada pria ahli tongkat itu.

“Kita rival, bukan?” tanya pria itu dengan percaya diri tak mengelakkan Chooni dari posisi siapnya. Sekali serius, Chooni akan serius.

TING!

Samurai Chooni berdentang saat terkena tongkat pria itu. Senyum Chooni mencuat, “kau memilih rival yang salah, bukan?”

“Bodoh!!” Seru pria itu emosi sembari mengarahkan tongkatnya ke arah kepala Chooni. Tahu pria itu sedang berada pada emosi yang labil, Chooni memanfaatkannya dengan menggerekkan samurainya ke samping tubuh pria itu lalu mengiris pelan punggungnya.

“Kau harusnya tahu kekuatanku nona,” ujar pria itu seakan menghardik Chooni.

Mata Chooni melebar. Ia mengerti sekarang. Pria itu memiliki kekuatan regeneration, dan samurainya tak berguna dalam keadaan seperti ini. Mencoba tenang, akhirnya Chooni memilih untuk menyarungkan samurainya lalu bersiap melawan pria itu dengan tangan kosong.

Pada sisi yang lain Kyuhyun asyik menghindar dari terjangan api Kangin. Beberapa kali ia memang juga mendapat terjangan dari beberapa anggota Revil yang pada akhirnya menyerah karena Kyuhyun lumayan tangguh, apalagi dengan kelebihan regeneration yang ia duplikasi dari salah seorang anggota Revil.

Lawannya kali ini cukup mudah. Kyuhyun tak bermaksud sombong tapi Kangin cukup mudah untuk dilumpuhkan. Emosi tak pernah menang, bukan?

“KYUHYUN-AH!! AWAS!!!”

Konsentrasi Kyuhyun buyar. Matanya mengarah pada Chooni yang telah terpental beberapa meter akibat serangan tongkat dari seorang pria yang tak dikenalnya. Tiba-tiba ia merasa salah satu organ tubuh luarnya memanas, dan sebuah benda tumpul menyerang tulang punggungnya dengan keras hingga membuatnya terduduk tak berdaya.

“Brengsek!” Kyuhyun mengerang, rasa panas itu dengan cepat menjalar pada seluruh tubuhnya. Ia tak bisa berbohong, kepalanya terasa berat dengan alasan yang tak ia ketahui. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, api yang menyerang lengannya itu seperti telah diberikan sebuah racun hingga membuatnya pusing kepayang.

“Sial!”

“Humph… cinta membuatmu tampak lemah brengsek!” hardik Kangin dengan senyum kemenangan. Kyuhyun membalas tatapannya dengan tangguh, “kau pasti cemburu karena tak ada satu pun orang yang menginginkan manusia berapi sepertimu, tak ada yang mencintaimu bukan? Pyrokinesis.”

Kangin yang merasa kesal kembali memanas. Pyrokinesis adalah sebutan kekuatannya dan ucapan Kyuhyun barusan mengenai masalah percintaannya membuatnya makin emosi. Hanya satu yang mencintainya di dunia ini, adiknya, namun orang itu telah tiada akibat Kyuhyun.

“BRENGSEK!” pekiknya lalu melemparkan api ke arah Kyuhyun.

Dengan sisa kekuatan yang makin melemah, Kyuhyun membuat perisai dari es untuk melindungi dirinya dari terjangan api Kangin. Ia pun tak lupa untuk melumpuhkan pergerakan pria yang membuat Chooni terpental –juga menyerang tulang punggungnya beberapa menit yang lalu dengan membekukan pria itu dengan kristal bening yang mengelilingi kakinya.

Chooni yang sempat terpental kembali sadar. Ia melihat sosok Kyuhyun yang tertunduk lemas di dalam perisai esnya, Kibum yang masih lemas tak berdaya dengan perasaan kacau-balau, pria bertongkat yang tak bisa bergerak karena membeku, juga seorang anggota Revil lainnya yang memiliki kekuatan ilusi namun tak melakukan pergerakan berarti selama perkelahian dimulai.

“Kalian terlalu bodoh bukan?”

Mata Chooni menyipit, ia melihat sosok Nara yang telah berada di hadapannya dengan senyuman sinis sembari mengangkat dagunya dengan sok simpati. “R, r.. Revil… ka, kalian bodoh!” kata Chooni susah payah membuat Nara memutar kedua bola matanya sebal.

Mianhae, ingatanmu harus ku hilangkan Chooni-ssi. Bukankah akan lebih menyenangkan bila kau hanya menjadi seorang manusia biasa? Lagipula akan lebih mudah bagiku untuk membuat Kyuhyun menyukaiku bila kau kehilangan memori.” Jelas Nara dengan senyum lebar yang memuakkan.

Chooni tak berkutik. Tubuhnya terasa kaku, ada beberapa tulang yang retak akibat serangan pria bertongkat, atau mungkin sekelompok pria bertongkat. Kini ia mengerti apa tugas anggota Revil yang kerjanya hanya diam itu.

Perlahan tangan Nara bergerak menyentuh dahinya. Napas Chooni tersenggal, ia hanya dapat berdoa agar sebuah pertolongan menyelamatkannya juga Kyuhyun yang mungkin telah terlelap di balik perisainya. Kepala Chooni terasa berat, ia tak boleh memanfaatkan kekuatannya untuk memutar waktu karena bila tidak, ia pasti tak akan baik-baik saja.

“Nara-ssi, sadarlah.” Gumam Chooni pasrah, ia menutup kedua bola matanya dengan rapat. Tak berani menerka apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya. Mental manipulation, kekuatan yang dimiliki Nara akan menghilangkan ingatannya?

 

To be continue…

Advertisements