Nama        : Goo

Judul         : Playback Part [5/5] END

Tag           :  – Cho Kyuhyun

–   Park Chooni (OC)

–   Kim Kibum

–   Park Jung Soo a.ka Leeteuk

And the other cast~~

Genre        : Action, Fantasy, Romance

Rating        : PG-15

Length       : Chaptered

Catatan      : Ah~~ Akhirnya last chap >< Minggu depan pengen posting fanfic chapter lagi, jadi Heroes first story harus ditamatkan kk~ xD Oh ya, terima kasih buat pembaca setia Goo yang bahkan sampai nyetalk blog tiap minggu. Saranghaeee naeui readers~~ *xoxo. For the others~ jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan plagiat –walau ceritaku masih tak begitu bagus 😉

 

PLAYBACK… LAST CHAP

 

“Nara-ssi, sadarlah.” Gumam Chooni pasrah, ia menutup kedua bola matanya dengan rapat. Tak berani menerka apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya. Mental manipulation, kekuatan yang dimiliki Nara akan menghilangkan ingatannya?

BRAK!

GEUMANHAE! GEUMAN!” Pekikan seseorang membuat Chooni membuka kedua kelopak matanya dengan berat.

Kibum berdiri tepat di hadapannya dengan kedua tangan yang menggenggam samurainya. Tubuh pria itu gemetar, mengarahkan samurainya ke arah Nara yang terduduk takut di hadapannya. Dada Chooni bergemuruh. Ia harap Kibum akan baik-baik saja.

Geumanhaeyo. Ije geumanhae.” tutur Kibum pelan, wajah Nara yang semula menyiratkan rasa takut berubah menjadi wajah sinis seperti biasa.

Merasa ada yang tak beres, perlahan Chooni menggenggam kaki Kibum, menyuruh pria itu was-was dengan keadaan sekitar. Namun terlambat, Kangin telah melemparkannya dengan api hingga membuat pria itu terduduk lemas dengan bekas terbakar pada lengannya.

Chooni meringis, ia tak berani menatap luka itu. “Kibum-ssi… Terrekinesis.” Sahutnya dengan susah payah.

Kibum yang mendengar hal itu melebarkan matanya, baru saja tersadar dengan kemampuannya yang mungkin akan memenangkan perkelahian antara dua kelompok human amaze yang bersiteru itu.

KRAK!!

Tanah tempat mereka pijaki kini bergetar, perisai Kyuhyun pun retak akibat getaran itu, memperlihatkan sosok Kyuhyun yang terengah-engah dengan kondisi luar yang baik-baik saja. Racun yang Kyuhyun pikir sebelumnya sepertinya tak lagi bereaksi karena kini ia dapat berdiri dan menghalau Kangin dengan kekuatan Pyrokinesisnya.

Api melawan api. Kyuhyun tentu punya strategi lain untuk memenangkan perseturuan itu.

Di sisi lain. Kibum masih mengerahkan kekuatannya untuk melumpuhkan Nara, ia juga berpikir, harus melakukan serangan apa kepada Nara yang jelas-jelas adalah seorang wanita. Kibum tentu masih memiliki hati nurani, dan ia tak akan melakukan hal yang semena-mena pada seorang wanita.

Wae? Melemparku dengan batu? Ayo! Lakukan!!” pekik Nara menyembunyikan rasa takut yang membuncah hatinya.

Mata Kibum menyipit, ia tak begitu peduli dengan pekikan Nara dan terus meretakkan lantai tempat Nara berpijak. Mungkin hanya inilah yang ia dapat lakukan.

“KI—”

Belum sempat Kibum meretakkan lantai yang dipijaki Nara dengan sempurna, seorang pria bertongkat yang sebelumnya telah dibekukan Kyuhyun menyerangnya hingga tubuhnya jatuh lemas di lantai.

“KYUHYUN-AH!!” Chooni memekik saat Kyuhyun baru saja memukul Kangin dengan pukulan esnya. Saat Kangin terjatuh, dengan cepat Kyuhyun menggerakkan kekuatannya dengan membekukan seluruh tubuh pria bertongkat itu hingga mencapai leher.

“Lawanmu bukan dia!”

BUK!

Kyuhyun terhuyung saat Kangin membalas pukulannya. Ia rupanya akan kembali berkonsentrasi melawan Kangin hingga puas dan tak dapat membantu Kibum yang masih terduduk lemas akibat serangan pria bertongkat itu.

“Kau harusnya mengikuti kami!” Hardik Nara dengan senyum sinis mengembang.

“NARA! GEUMANHAE!!” Pekik Chooni tiba-tiba saat melihat Nara berdiri di belakangnya sembari memegang puncak kepala Kibum dan menarik kekuatan pria itu dengan mudah.

Kyuhyun yang menyadari hal itu langsung melemparkan sebuah batu dari luar ruangan hingga memecah sebuah ventilasi ke arah Nara hingga gadis itu terpental jauh dari sosok Kibum yang sayangnya sudah tak sadarkan diri.

Emosi Kyuhyun memuncak, dengan sekali sentakan seluruh anggota Revil telah dibekukannya. Tahu bahwa kekuatannya tak akan bertahan lama pada Kangin, dengan cepat ia bergegas menghampiri Chooni dan menggendong gadis itu dengan mudah. Tak lupa akan Kibum, Kyuhyun juga menghampiri pria itu lalu memegang lengannya dan segera menggunakan kekuatan chronokinesis untuk berpindah tempat ke markas Heroes.

OPPA!”

Gayoon berseru saat melihat Kyuhyun beserta dua human amaze yang tak sadarkan di sekitarnya. Kyuhyun tersenyum kikuk, “bawa pria ini masuk Gayoon-ah!”

“Tap—”

PALLI!!” pekik Kyuhyun tak mau tahu hingga akhirnya Gayoon menurut setelah memanggil beberapa anggota Heroes dan membantunya memapah Kibum yang tak sadarkan diri.

Saat Gayoon dan anggota Heroes tak lagi berada di dekatnya, Kyuhyun langsung bergegas pergi ke masa depan. Ke masa di mana Leeteuk tengah menunggu mereka dengan hasil tugas yang telah mereka laksanakan dengan tidak cukup baik.

@@@@@

EPILOG…

“Bagaimana kabarmu?”

Chooni yang masih asyik bergerumul di dalam selimutnya tersentak saat suara khas itu mengganggu indera pendengarannya. Dengan cepat ia membuka kedua kelopak matanya dan mendapati sosok Kibum telah duduk di kursi menghadapnya dengan senyum menawan.

Gwencanha,” jawab Chooni sedikit berbohong, beberapa tulangnya hanya memar dan itu mengharuskannya untuk menunda keberangkatannya ke Eropa seperti yang telah dijanjikan Leeteuk sebelumnya.

Kibum mengulum senyum. Walau kekuatan Terrekinesisnya telah berkurang, pria itu tetap ingin bekerja sama dengan Heroes, sekaligus mengobati racun yang mengenainya saat Kangin melemparkannya sulutan api beracun. Racun yang tak mematikan, namun tetap saja berbahaya.

Sama halnya dengan Kibum yang hampir pulih, Kyuhyun pun harus merelakan hari-hari latihannya untuk mengecek kesehatannya di laboraturium Heroes, mengawasi perkembangan racun yang lumayan banyak merasuki tubuhnya. Dan pria itu tetap saja bertingkah dingin kepada Kibum yang jelas-jelas telah berulang kali mengucapkan terima kasih padanya.

“Kyuhyun odisseo?” tanya Chooni kemudian.

Tahu apa yang tengah dipikirkan Chooni. Kibum malah mengedikkan bahu sembari melempar pandangan ke luar jendela yang memperlihatkan sebuah lapangan luas di dekat markas Heroes.

“Yaa! Apa yang kau lakukan di sini huh?!”

Sontak gertakan itu mengejutkan Chooni juga Kibum yang terdiam. Keduanya langsung melempar pandangan ke arah Kyuhyun yang tengah mengacak pinggang dengan tatapan tajam ke arah mereka. Diam-diam Chooni terkekeh. Sepertinya pria itu masih saja merasa cemburu dengan kehadiran Kibum di dekatnya.

Wae? Apa itu salah?” tantang Kibum membuat Kyuhyun memutar kedua bola matanya kesal.

“Tentu saja itu salah. Kau tahu kan aku ini siapanya gadis lemah itu?” sahut Kyuhyun sembari menunjuk Chooni yang mendelik sebal ke arahnya.

Gadis lemah. Dimulai dari beberapa hari yang lalu Kyuhyun mulai memanggilnya sebagai gadis lemah akibat kelumpuhannya melawan pria bertongkat anggota Revil di masa lalu. Chooni tak dapat mengelak, toh Kyuhyun akan selalu menang dalam perdebatan dan jelas saja ia tak ingin membuang waktu dengan beremosi ria.

“Kalian teman, iya kan Chooni-ya?”

Chooni mengangguk setuju. Sedangkan Kyuhyun makin merangut sebal menghampiri keduanya, apalagi saat Kibum memanggil Chooni dengan sebutan informal. Membuat emosinya naik saja.

“Pergilah, ada yang harus ku bicarakan dengannya.” Ujar Kyuhyun dingin dengan tatapan menyipit ke arah Chooni yang menahan tawa. Pria itu rupanya berusaha tak memperdulikan perbincangan mereka sebelumnya.

Kibum mengedikkan bahu. “Karena aku tak ingin menambah masalah, aku akan memilih keluar.” Sahutnya lalu bergegas keluar kamar Chooni, meninggalkan Kyuhyun dan Chooni yang saling bertatapan penuh arti.

“Kau senang ia menjadi anggota Heroes?” tanya Kyuhyun kemudian dengan nada suara melembut.

Napas Chooni terhembus pelan. Ia mengangguk sembari menyandarkan tubuhnya pada dinding kepala kasur. Tatapannya beralih ke luar jendela, mengamati awan yang bergerak pelan di langit. “Setidaknya kita tak membunuh siapapun.”

Kyuhyun ikut mengangguk dan beringsut duduk di sebelah Chooni dengan mata yang memandang ke arah yang sama. “Aku pikir ia tak membantu, tapi ternyata IQ otaknya dapat dimanfaatkan dengan mengurus beberapa komputer yang dirusaki Leeteuk sebelumnya, intuisinya menarik.”

“Itu bagus.” Komentar Chooni lalu terdiam sepi menghalau rasa aneh yang menghentakkan jantungnya.

“Kau ingin terbang?”

Pertanyaan atau mungkin lebih tepat disebut sebagai ajakan itu membuat Chooni menatap wajah Kyuhyun dengan skeptis. Ia ingat kapan terakhir mereka berbicara mengenai kemampuan fligh examples Kyuhyun dan hal itu menjurus pada sebuah hal yang mampu membuatnya mati kutu.

kissing.

Dan seperti itulah mereka saat ini. Rupanya Kyuhyun mengambil kesempatan dengan mencium bibir Chooni dengan lembut saat jarak mereka hanya terpaut beberapa centi. Jantung Chooni pun berdetak tak karuan, dadanya berdesir hebat saat Kyuhyun mulai melumat bibirnya dengan lembut.

“Kau bukan temanku lagi, bukan?” tanya Kyuhyun setelah melepas tautan bibirnya. Matanya menatap Chooni dengan lembut, menghilangkan tatapan berhati dingin yang selalu diperlihatkannya pada orang lain.

Chooni tersenyum tipis. Ia mengangguk lalu mencium bibir Kyuhyun secepat kilat. “First Kissku terasa manis.”

Mendengar hal itu membuat Kyuhyun tergelak. Detik berikutnya ia merebahkan diri di atas paha Chooni dan menatap gadis itu dengan senyum terkembang sempurna. “Lain kali kita lakukan saat terbang, ya?” sahutnya kemudian membuat Chooni menarik rambutnya kesal.

Pabo! Jangan mesum!?”

 

END

Advertisements