image

Nama        : Goo

Judul         : It Must be Wrong Part [1/?]

Tag           : – Kim Sunyeong (OC)

–   Cho Kyuhyun

–   Lee Sungmin

–   and others

Genre        : Romance, friendship and family

Rating        : PG-15

Length       : Chaptered

Catatan     : Walah… keadaan blog udah nggak keurus, ya… masih ada yang mau baca atau nggak ya? Goo udah mulai sibuk nyiapin UN. Nggak tahu kapan bisa update lagi. Nyempet-nyempetin aja palingan. Terus, fanfic ini masih dalam proses—memasuki part 5— dan semoga selesai karena project Goo masih banyak untuk nulis fanfic. Jika ada yang baca akan diteruskan di blog ini, bila tidak maka fanficnya harus tersave di folder lappy 🙂 Silahkan…

 

Part 1

[Begin]

 

Sunyeong berlari kencang sembari berseru meminta maaf kepada orang-orang yang ditabraknya secara tidak sengaja, suaranya terdengar serak akibat asupan oksigen yang kurang memadai. Napasnya terengah-engah dan kakinya mengeram. Meski seperti itu, ia tetap berlari. Menyusuri koridor, menaiki tangga darurat sekolah atau memasuki beberapa kelas untuk menghindari teman kelasnya yang bernama Bok Mi Ja. Bahkan Sunyeong tidak sempat melihat ke belakang untuk melihat kehadiran Mi Ja, ia hanya mengandalkan telinga untuk mendengar teriakan Mi Ja yang memanggilnya dengan manja.

Oppa!!”

Sial! Sunyeong merutuk, panggilan itu terdengar menjijikkan. Jelas saja. Sunyeong bukanlah seorang pria yangmana merupakan subjek dari panggilan itu. Kim Sunyeong adalah gadis tulen. Gadis yang cukup cantik dengan tatanan rambut pendek a la pria. Maka tidak heran baginya dipanggil sebagai oppa. Terlebih ia terkenal sebagai ulzzang transgender. Di dunia nyata Sunyeong adalah wanita, namun di dunia ulzzang ia adalah pria. Menyesatkan? Bagi Sunyeong biasa-biasa saja.

Tiba-tiba langkah Sunyeong terhenti. Ia tidak tahu di mana posisinya saat ini, namun koridor yang ia harap tak berujung itu buntu. Saat Sunyeong berbalik ke belakang ia hanya melihat kumpulan beberapa siswa yang merutuki teriakan Mi Ja yang bergema, padahal gadis bertubuh tambun itu belum tiba di ujung—entah bagian mana—koridor gedung sekolah di mana Sunyeong berada.

Perlahan, kaki Sunyeong melangkah ke depan. Namun ia harus kembali mundur saat melihat Mi Ja berlari sambil menatapnya dengan senyuman yang lebar dari kejauhan. Dadanya berdebar, ia ketakutan melihat sosok gadis itu. Tanpa ingin membuang waktu, akhirnya Sunyeong memasuki sebuah ruangan yang terletak persis di ujung koridor itu. Ia ingat. Ruang itu adalah ruang kelas dance. Kelas ekstrakulikuler yang cukup aktif di sekolahnya.

Saat ruangan tertutup dengan rapat, Sunyeong segera memusatkan pandangannya ke seluruh ruangan. Berharap ada tempat persembunyian yang tepat. Tetapi harapannya pupus saat ruangan itu hanyalah ruangan dance yang dindingnya terlapisi oleh kaca-kaca yang memantulkan bayangan.

“Sunyeong oppa! Kau di mana?”

Wajah Sunyeong makin terlihat pucat. Rambut pendeknya yang tak lagi rapi makin berantakan saat ia mengacaknya frustasi. Pandangannya makin tidak fokus, hingga akhirnya ia melihat sosok pria tengah berdiri membelakanginya. Pria itu berada pada sisi ruangan yang tak berkaca, sehingga memungkinkannya untuk tidak mengetahui keberadaan Sunyeong saat ini. Pikiran Sunyeong tidak lagi fokus, ia berharap pria itu adalah sosok Lee Sungmin. Senior yang dikenal sebagai dancer hebat di sekolah, sekaligus senior yang tinggal di dekat rumahnya. Setidaknya bila itu Sungmin, ia bisa meminta pria itu untuk membantunya bersembunyi dari terjangan Mi Ja.

“Sunyeongi-yaa!!”

Tidak ada waktu lagi. Sunyeong segera berlari ke arah pria itu dan menarik tangannya dengan kuat sembari berkata, “sunbei, mianhaeyo, kali ini saja! Bantu aku menghindari dar—”

Sunyi senyap. Sunyeong merasakan dunianya berputar saat pria yang ia pikir senior favoritnya itu bukan siapa-siapa. Untuk beberapa saat keduanya saling bertatapan dan keheningan terjaga sampai akhirnya suara pintu yang terbuka menginterupsi keduanya. Sunyeong berpikir kali ini ia tidak dapat berlari, namun pria yang tidak diketahuinya itu malah menarik tangannya mendekat dan menghimpitnya pada dinding tak berkaca itu.

Napas Sunyeong tercekat. Pria itu menatapnya dengan kedua mata yang tajam. Bahkan ia tidak peduli bagaimana reaksi Mi Ja yang merutuk melihat posisinya saat ini. Perlahan ia merasa lumer melihat tatapan mencekam itu, dadanya bergerumuh dan ia merasa takut dalam satu kesempatan.

Hol! Jinjja mwohae! Kenapa malah mempertontonkanku adegan cabul, sih? Michin Sunyeong!”

Mi Ja merutuk. Tanpa membuang waktu gadis itu pun beranjak dari ruang dance meninggalkan Sunyeong yang terpaku pada sosok pria tanpa nama itu. Tidak ada waktu untuk melihat name tagnya. Sunyeong seakan tersedot ke dalam tatapan tajam pria itu sehingga ia hanya bisa tergagu. Tidak ada sepatah kata pun yang dapat ia keluarkan untuk menyadarkan posisi mereka saat ini, padahal Mi Ja sudah lama berlalu.

“Semuanya tidak gratis, Kim Sunyeong-ssi. Mana handphonemu?”

Mata Sunyeong mengerjap. Pria itu sudah melepas himpitannya dan berdiri beberapa centi di hadapannya. Matanya masih tajam dan datar memaksa Sunyeong untuk merogoh kantung almamater dan mendapati handphonenya yang tersambung dengan earphone masih memutar sebuah lagu dari sebuah boyband ternama. “Mworago?”

Pria itu tidak menjawab dan segera merampas handphone Sunyeong. Sesaat Sunyeong terdiam, ia menatap pria itu dengan lamat. Rasa-rasanya ia pernah melihat pria itu. Mungkin di sekolah, secara tidak sengaja berselisih atau bagaiman. Sunyeong tidak ingat.

“Bersiaplah selama 24 jam. Sekarang, pergilah dari ruangan ini.”

Untuk kesekian kali Sunyeong mengerjapkan matanya. Kali ini ia terfokus pada nama kontak yang tercantum pada handphonenya. Gaemgyu. Ingin ia bertanya lebih mengenai kehadiran Sungmin juga nama kontak tersebut, tetapi pria itu sudah mendorongnya keluar dari ruangan. Menyisakan kebingungan yang melanda otaknya secara tiba-tiba.

 

_______

Sunyeong pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Dua kali, tiga kali…, ia tidak ingat jelas. Tetapi untuk saat ini, hatinya telah memantapkan cinta pada satu sosok pria. Lee Sungmin. Senior favoritnya, sekaligus tetangganya. Sudah hampir 2 tahun Sunyeong memendam rasanya. Bahkan sebab ia memotong rambut seperti pria pun karena Sungmin. Gadis itu berharap bahwa Sungmin dapat melihatnya sebagai gadis yang berbeda di antara gadis-gadis yang lain. Tetapi, sudah hampir 2 tahun pula Sungmin tidak pernah melihatnya. Atau lebih tepat lagi, tidak pernah menyadari keberadaannya.

Dan kali ini, Sunyeong enggan mengatakan bahwa ia jatuh cinta pada sosok pria di ruang dance beberapa jam yang lalu. Baginya, ia masih perlu berusaha untuk membuat Sungmin melihatnya dan tidak mau mengacaukan segala usahanya hanya karena cinta sesaat kepada pria bermata tajam itu. Si Gaemgyu atau Cho Kyuhyun. Ya, itulah nama pria yang telah berhasil membuat fancafenya ramai diserbu oleh antifan.

Sebagai ulzzang. Tentu saja Sunyeong memiliki fancafe. Bok Mi Ja, teman sekelas yang tergila-gila akan dirinya itulah pembuatnya. Sekaligus si pembuat onar fancafe karena mengupload fotonya bersama Kyuhyun yang terlihat sedang ‘berciuman’ di ruang dance. Bukan hanya fancafe dirinya, Sunyeong dengar dari mulut Mi Ja bahwa mereka juga menyerang fancafe Cho Kyuhyun. Ya, Kyuhyun adalah seorang idola sekolah yang terkenal akan IQ-nya yang cukup tinggi. Juga tampan.

Hot News! Cho Kyuhyun Berciuman dengan Kim Sunyeong!

Hot News! Kim Sunyeong Putus dengan Kim Heechul?

Kim Sunyeong Berpacaran dengan Pemenang Olimpiade Matematika!

Headline beberapa blog naver memaksa Sunyeong untuk menghempaskan handphonenya ke atas meja. Ia tidak tahu harus merespon apa kepada blog-blog itu. Otaknya tiba-tiba terlilit oleh ikatan tali yang cukup kuat sehingga moodnya menjadi buruk. Tetapi, yang lebih membuatnya kehilangan ide adalah rasa takut apabila Sungmin melihat berita itu. Tentu saja ia tidak ingin membuat keberadaan Sungmin menjauh dari sisinya. Usaha Sunyeong belum terbalas.

Tidak berapa lama saat Sunyeong menghempaskan handphonenya, Mi Ja menghampirinya dengan kesal. Sesaat Sunyeong merasa bulu kuduknya meremang. Ia takut bila tiba-tiba saja Mi Ja bereaksi menjijikkan seperti siang tadi, sehingga Sunyeong berpura tidak melihat Mi Ja yang kini menatapnya dengan lamat.

“Yaa! Sunyeong-ah. Kau pacaran dengan Cho Kyuhyun itu?” Mi Ja bertanya. Segera mengalihkan perhatian Sunyeong dari rasa takut.

“Yaa! Kalian pacaran, ya? bagaimana dengan Heechul oppa?”

Sunyeong meneguk ludahnya dengan susah payah. Lidahnya terasa kelu. Ia ingin mengelak tanya itu, ketika tiba-tiba handphonenya bergetar. Sebuah tanda pesan masuk.

From: Gaemgyu

Tunggu aku sepulang sekolah.

Halte bus

“Kyuhyun berkata mereka memang pacaran, Mi Ja-ya! Lihat saja Sunyeong. Jangan kau ganggu dia. Dia pasti sedang bingung dengan berita yang tersebar di internet. Lagipula, aku yakin, banyak pesan teror di handphonenya.” Sahut temannya yang lain, menjawab tanya Mi Ja yang tergantung.

Tiba-tiba perasaan Sunyeong diliputi oleh awan gelap. Kepalanya berdenyut dan handphonenya terus bergetar karena pesan-pesan tanpa nama menyerangnya tiba-tiba. Sial! Teror sms dari antifan pun meruntuhkan segala perasaan baiknya hari ini.

_______

Sunyeong tahu ia memiliki janji dengan Kyuhyun. Ia tidak mengindahkan pesan itu, hanya saja ia masih sibuk mengurus tugas piketnya. Saat jam dinding kelas menunjukkan pukul 6 malam, Sunyeong tidak kunjung keluar meski beberapa temannya menyuruhnya kembali karena tugas yang perlahan terselesaikan. Ketika Sunyeong masih sibuk menghapus papan tulis, tiba-tiba seseorang mencengkram tangannya, ada rasa hangat dalam cengkraman itu. Dan ia segera beralih melihat sang pemilik tangan.

“K…”

“Kenapa tidak bilang kalau kau piket hari ini, eo? Khajja, aku tidak ingin membuat mereka menunggu.” Jelas Kyuhyun datar tanpa rima. Hampir membuat Sunyeong jantungan melihat wajah Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.

Mian, tap…”

“Sunyeong bisa pulang sekarang, kan?” Kyuhyun beralih bertanya pada beberapa teman Sunyeong yang berada di kelas saat mencium gelagat Sunyeong yang ingin bertahan. Mereka mengangguk sembari memasang wajah manis kepada Kyuhyun sebagai jawaban.

Khajja.” Ujar Kyuhyun kemudian, kali ini menyeret Sunyeong yang sibuk mengeluarkan sumpah serapahnya di dalam hati. Tidak ada cara lain. Dengan wajah masam ia beranjak dari kelas, beberapa kali menatap pemilik tangan yang berjalan di depannya dengan langkah besar.

Pria itu masih mengenakan seragam yang tak lagi rapi, rambutnya sedikit acak-acakan dan Sunyeong sempat melihat wajah pria itu yang berminyak meski wajahnya putih pucat. Puas memperhatikan pria itu, Sunyeong segera menghentikan langkah dan menunjuk lokernya yang terlewati beberapa meter. “Aku harus mengambil beberapa buku,” ujarnya sembari menatap Kyuhyun yang mengerutkan dahi.

Tidak ada respon. Sunyeong segera melepas cengkraman Kyuhyun lalu menghampiri lokernya. Tidak ada buku yang ia ambil, hanya sebuah sweeter bertudung yang langsung dikenakannya sebagai pelapis seragam yang tak dapat menahan hawa dingin Seoul di malam hari. Melihatnya membuat Kyuhyun sebal, ia segera menarik pergelangan Sunyeong sembari menyindirnya dengan tajam. “Bagimu, buku adalah sebuah sweeter? Lucu sekali.”

Sunyeong tidak menjawab. Ia hanya memutar kedua bola matanya dan berjalan dengan santai di bawah tudung sweeternya yang lebih gelap dibandingkan kegelapan Seoul. Kegelapan yang sayangnya lebih menenangkan dibandingkan benderang lampu jalanan Seoul.

Saat gerbang sekolah terlihat dari fokus mata keduanya, Kyuhyun menarik tudung sweeter Sunyeong dengan pelan. Membiarkan rambut pendek gadis itu terlihat secara nyata, membuatnya terlihat lebih manusiawi dibandingkan mengenakan sweeter hingga menutupi kepala. Sunyeong ingin membenrontak dengan mengenakan kembali tudung itu, namun Kyuhyun segera mencengkram kedua tangannya. Pria itu berbalik menghadapnya dengan wajah menunduk, memaksa Sunyeong memundurkan langkah perlahan, diam-diam menyembunyikan detak jantung yang berderap kencang.

M… Mworago?” tanya Sunyeong gugup.

“Jangan banyak tanya, tetaplah seperti itu untuk beberapa saat.” Ujar Kyuhyun dengan tatapannya yang mencekam.

Sunyeong menggigit bibir bawahnya sebal. Rasa gugupnya meluap seketika. “Mwoya? Kau mau berbohong lagi? Aku dan kau tidak pernah menyetujui untuk berpacaran, bukan?”

“Lagi?!”

“Ck…, apa-apaan semua ini! Aku hanya perlu mentraktirmu, bukan? Setelah itu urusan kita impas.” Kilah Sunyeong tak gentar melihat wajah Kyuhyun yang tidak bersahabat. Namun, sedetik kemudian, pria itu menariknya mendekat. “Kau pikir ini akan mudah? Urusan kita belum impas, kau harus membayarku dengan berpura-pura menjadi pacarku.”

Bisikan yang mengejutkan. Sunyeong mengerutkan dahi lalu mendorong dada Kyuhyun dengan kasar. “Michin! Itu tidak akan membantu siapa pun. Kau dan aku bisa hancur dalam hitungan menit dimulai dari sekarang.” elak Sunyeong tanpa peduli rahang Kyuhyun yang mengeras. Baginya, apa yang telah Kyuhyun lakukan adalah hal fatal. Pria itu tidak seharusnya mempermainkan dirinya dengan seperti itu, terlebih mengingat antifan yang—mungkin makin bertambah kian harinya. Bisa gila ia dibuat antifan yang menerornya tanpa henti.

“Kau pikir aku tidak diteror oleh fansmu? Aku akan lebih terpuruk lagi karena membantumu siang tadi! Memangnya kau tidak berpikir mengenai diriku yang akan disebut-sebut sebagai pria cabul karena telah mencium seorang gadis di sekolah, eo? Kau juga tidak tahu kan bagaimana kau mengacaukan seluruh usahaku untuk memperbaiki nama, eo?”

Kali ini Sunyeong berhasil terbungkam oleh pernyataan Kyuhyun. Gadis itu tidak pernah mengenal Kyuhyun secara jelas, tetapi mendengar kejujuran pria itu membuatnya gentar. Ia mengerti perasaan Kyuhyun. Sama halnya dengan dirinya. Usahanya selama ini akan sia-sia bila Sungmin tahu kabar antara dirinya dengan Kyuhyun.

“Kau mengerti, kan? Jadi, mulai hari ini kau harus berpura menjadi pacarku.” Ujar Kyuhyun menyudahi pembelaannya. Setelah itu, ia pun kembali menyeret Sunyeong ke gerbang sekolah, menemui beberapa temannya yang sedang asyik menatap keduanya dengan tatapan menggoda. Sunyeong benar-benar dikendalikan. Ia tersenyum tipis, membalas genggaman Kyuhyun meski enggan.

“Sunyeong-ah! Aku tidak menyangka…”

Kejadian yang mengejutkan. Sunyeong bengong. Pendengarannya seketika terganggu melihat Sungmin berdiri di hadapannya dengan senyum terkembang. Benar saja. Dalam hitungan menit—bahkan detik—usahanya hancur berkeping-keping. Bukan hanya tahu, Sungmin malah terlihat senang melihatnya bersama Kyuhyun. Sempat terdengar sebuah kata selamat dari bibir pria itu dan Sunyeong merasa dunianya hancur berantakan.

 

To be Continue…

 

Thanks for reading guys 🙂 Please don’t be silent reader ‘cause I need your comment to continue this fanfic. Without you, it can’t be something #sadap :p

Advertisements