wpid-PicsArt_1391381991684.jpg

Nama        : Goo

Judul         : It Must be Wrong Part [3/?]

Tag           : – Kim Sunyeong (OC)

–   Cho Kyuhyun

–   Kim Heechul

–   and others

Genre        : Romance

Rating        : PG-15

Length       : Chaptered

Catatan     : Aye… ada sedikit waktu yang tersisa untuk post. By the way, cerita ini sudah sampai part 12. Sebentar lagi ending! Yeah~~ semoga masih ada yang mau ngelanjutin sampai part selanjutnya-selanjutnya-selanjutnya xD Thanks for waiting this and reading ya~~

 

Part 3

[First Rule]

 

Orang itu akhirnya menelpon Sunyeong. Kim Heechul, couple ulzzang-nya. Pria itu mencak-mencak memarahinya karena tidak pernah memberitahukannya mengenai sosok Cho Kyuhyun, selain itu, ia terkena sindrom malu yang luar biasa karena banyak fans yang mengatainya memiliki cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sunyeong tahu, Heechul akan bersikap seperti itu, makanya ia segera meminta Heechul untuk bertemu di bantaran Sungai Han sepulang sekolah.

Menghindari Kyuhyun yang ingin mengantarnya pulang, Saat bel pulang berbunyi ia segera mengenakan sweeter putih yang cukup besar menutupi proporsi badan juga tasnya. Ketika melewati parkir motor, ia sempat melihat Kyuhyun, namun pria itu tidak menyadari kehadirannya dan ia pun segera beranjak keluar sekolah. Sesampainya di sungai Han, garis senja menyapa Sunyeong. Heechul belum berada di sana dan segera dikirimkannya pesan kepada Kyuhyun bahwa ia memiliki urusan penting dan menyuruh pria itu pulang duluan.

“Gaemgyu, nuguya? Neo namchin?”

Bulu kuduk Sunyeong berdiri, ia segera mendongak dan mendapati Heechul berdiri di hadapannya dengan mata menatap handphonenya dengan lamat. Sunyeong hampir berteriak bila ia tidak mengenal bau parfum pria itu. Dan seperti biasa, kehadiran Heechul selalu mengejutkan. Dengan kenarsisan yang tinggi pria itu mengenakan baju piyama berwarna merah muda dengan celana jeans panjang, pada kakinya tersemat sandal tipis yang tidak cocok dengan suhu Korea di bulan Oktober.

“Hem, pacar bohongan.” Aku Sunyeong sembari menarik pergelangan Heechul  untuk duduk di sampingnya.

“Maksudmu?” Heechul tidak mengerti. Ia memangku kepalanya menggunakan tangan yang bersandar pada leher bangku sembari menatap Sunyeong tanpa ekspresi tertentu. Terkadang pria itu memainkan jarinya pada rambut Sunyeong yang pendek. Sebuah kebiasaan yang tidak lagi membuat Sunyeong resah. Baginya, Kim Heechul adalah seorang sahabat sekaligus oppa yang selama ini diimpikannya. Bahkan hubungan mereka lebih erat dibandingkan hubungan Sunyeong dan Sungmin yang sudah berteman sejak kecil.

“Mi Ja menyerangku, saat itu aku berlari darinya sampai-sampai harus mengelilingi sekolah. Ketika sampai di koridor yang buntu aku segera masuk ke dalam ruang dance, aku pikir meminta tolong kepada Sungmin tidak buruk. Tapi, sesampainya di sana, orang yang ku kira Sungmin adalah pria itu. Cho Kyuhyun namanya.”

“Jadi, foto yang tersebar itu benar? Ia menciummu untuk membuat Mi Ja lari?” mata Heechul melotot menatap Sunyeong tidak percaya. Namun segera ditepis Sunyeong yang memukul paha Heechul dengan sebal. “Tentu saja tidak! Kami tidak berciuman, ia hanya membantuku bersembunyi dari Mi Ja.”

“Dengan cara seperti itu? Michin!”

Geurae, jinjja michin namja! Omong-omong moodmu sedang baik, ya oppa?” tanya Sunyeong menyadari sikap Heechul yang tidak segera membentaknya di awal pertemuan. Biasanya, bila ada satu kesalahan kecil yang dibuat Sunyeong, Heechul akan memarahinya habis-habisan.

“Begitulah. Lalu, bagaimana dengan Sungmin?”

Molla.”

Mendengar Sunyeong yang resah membuat Heechul menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia baru sadar bahwa pertanyaannya itu sudah membawa Sunyeong tidak mood untuk berfoto. Foto baru yang ingin dibawanya ke dalam dunia maya, untuk memperlihatkan bahwa ia dan Sunyeong tidak putus di dunia Ulzzang. “Sunyeong-ah, sejujurnya aku kesal padamu. Banyak fans yang menyerbu fancafeku dengan pertanyaan menyebalkan. Kau harus segera menyelesaikan masalah itu. Kalian tidak perlu menjadi pacar bohongan, kan?”

“Seharusnya begitu, tapi pria itu meminta ganti rugi karena takut namanya sebagai playboy makin hangat diperbincangkan sekolah. Jadilah aku, pacar bohongannya. Entah sampai kapan,”

“Dan kau menyetujuinya? Pabo! Harusnya kau menolak Kim Sunyeong! Kau pakai untuk apa otak ikanmu itu, hah?”

Mata Sunyeong segera melimpahkan pandangan sebal kepada Heechul yang sempat menjitak-jitak kepalanya tanpa dosa. Kini pria itu mengacak-acak rambut ikalnya yang mencapai garis dagu frustasi, begitu pun dengan Sunyeong yang hanya dapat termanggu menyadari kebodohannya saat bertemu pandang dengan mata elang Kyuhyun yang menusuk. Ya, mata elang itulah penyebab semuanya. Sunyeong terlalu ciut akannya.

Ottokhae? Bagaimana kalau kita membuat foto sensasi? Aku yakin, dengan foto itu hubungan kalian akan berakhir. Pasti akan banyak fans yang mendukung kita, Yeongiya.”

Maldo andwae, aku akan berakhir bila kita melakukannya.” Tukas Sunyeong cepat sembari memperhatikan sekitar bantaran sungai Han yang telah benderang. Ia pun segera bergegas, “Oppa, mianhae… aku jamin, semuanya akan segera berakhir. Aku harus pulang, Seunyeol pasti sudah menungguku.”

Chankamman, satu foto untuk hari ini. Aku tidak mau perjalananku sia-sia.” Tahan Heechul mengacung-acungkan handphonenya di udara. Sunyeong yang baru saja berdiri segera mengambil handphone itu dan memilih aplikasi foto yang selalu digunakan Ulzzang. Keduanya kemudian berpose dengan jarak yang begitu dekat, Heechul mengambil alih kamera dengan wajah close up, sedangkan Sunyeong di sebelahnya dengan ekspresi cool a la pria.

Hana, dul…”

Foto selesai. Sunyeong segera melangkah menjauhi Heechul dengan senyum tipis terkembang, gadis itu masih merasa bersalah pada Heechul. Karir ulzzangnya mungkin sedang dilanda badai. Berbeda dengan dirinya yang tengah naik daun akibat terpaan berita mengenai ketampanan Kyuhyun sebagai pacarnya. Menjauhi bantara sungai Han, Sunyeong menatap lampu kendaraan yang memenuhi kelamnya langit Kota Seoul. Indah. Namun tidak mampu membuat hatinya berhenti meresah.

 

_______

Wajah Sunyeong pucat pasi. Dari kejauhan ia melihat sebuah motor ninja berwarna hijau terparkir di depan rumahnya. Segera ia berlari, tanpa peduli sapaan beberapa tetangga yang sedang membuang sampah di ujung lorong perumahannya. Jantungnya berdentam tidak karuan, senada dengan deru napasnya yang terengah-engah. Ia tahu pemilik motor itu, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun? Lagipula, Sunyeong tidak memiliki teman yang sering membawa motor keluar rumah. Peraturan negara tidak memperbolehkan anak di bawah umur membawa motor, kecuali Cho Kyuhyun. Entahlah, Sunyeong tidak tahu alasan kepengecualian itu.

Dengan pelan dibukanya gerbang rumah lalu melangkah menyusuri taman kecil sebelum sampai di teras. Dan di sanalah Kyuhyun berada. Pria itu masih mengenakan seragam sekolah, menenteng helm dan tas ransel yang tersampir pada pundaknya. Perlahan Sunyeong mendekat. Matanya membulat saat melihat kejadian yang sudah diwanti-wantinya sejak melihat kedatangan Kyuhyun terjadi.

noonoo… Sun… noo.”

Sial! Sunyeong merutuk, ia melihat ekspresi wajah Sunyeol yang ketakutan di hadapan Kyuhyun. Saat melihat dirinya, Sunyeol segera menghampirinya dan bersembunyi di balik tubuhnya dengan rasa cemas yang berlebihan. Tiba-tiba dada Sunyeong sesak, matanya berkaca-kaca melihat Kyuhyun yang terkejut melihatnya. Pria itu tidak memberikannya ekspresi kesal atau kejam seperti biasa, matanya berubah sendu. Sebuah tatapan yang membuat emosi Sunyeong mendidih dalam hitungan detik.

Ka.”

Mendengar titah itu membuat tatapan Kyuhyun melembut, ia menggaruk kepalanya penuh kebingungan. “Kau ke mana? Aku mencarimu, tap—”

“Aku bilang pergi!” Kali ini Sunyeong memekik. Dirasakannya tangan Sunyeol yang mencengkram kedua tangannya dari belakang. Adiknya itu seakan memberinya kekuatan, meski kekuatan itu makin membuat rasa takutnya menjadi-jadi.

Kyuhyun tidak beranjak. Pria itu tetap bertahan di hadapannya, menatapnya dengan penuh rasa khawatir. Tatapan yang mengejutkan, namun tidak sedikit pun membuka hati Sunyeong untuk berdamai dengan ketakutan. Tangan Sunyeol makin kuat mencengkram tangannya, memaksa Sunyeong untuk bertindak dengan mendorong Kyuhyun keluar dari teras. Tidak ada lagi rasa pamrih melihat pria itu, rasa pamrih itu pupus menjadi rasa ketakutan yang membuat dada Sunyeong sesak.

Ka. Jangan pernah lagi datang ke rumahku.” Tutur Sunyeong kemudian menutup pintu rumahnya rapat. Meninggalkan kebingungan hebat bagi Kyuhyun yang hanya dapat terdiam sepi menatap rumah yang terlihat penuh kedamaian itu.

Sejenak ada tanda tanya besar yang muncul pada benaknya. Bila ia berani untuk mengetuk pintu rumah Sunyeong, mungkin ia akan melakukannya. Namun ia enggan. Tidak ada alasan pasti untuknya melakukan hal itu dan berharap bahwa esok gadis itu akan kembali seperti biasa. Ya, Kyuhyun berharap karena ia tidak ingin menyakiti hati seseorang, sedikit pun.

 

_______

“Sunyeong-ah! Kemarin kau kencan dengan Heechul oppa? Foto kalian terupdate di akun Instagram dan twitternya.” Mi Ja segera menghampiri Sunyeong saat melihat gadis itu tiba di kelas dengan tanya penasaran.

Sunyeong menghela napas. Ia mengangkat tangan kanannya ke udara lalu menatap Mi Ja penuh maaf. Tidak ada yang dapat diutarakannya kini. Semalam ia tidak sempat memikirkan alasan bila fotonya dengan Heechul terupdate di media sosial. Pikirannya tersedot akan satu hal, mengenai Kyuhyun dan Sunyeol. Keduanya menjadi pangkal masalah yang lebih berat dibandingkan foto itu. Emosi yang selama ini jarang meluap, terelakkan begitu saja ketika melihat kejadian semalam.

Lagipula, siapa sih yang menyuruh Kyuhyun datang ke rumahnya?

Dan bagaimana bisa pria itu mengetahui tempat tinggalnya?

Ribuan tanya menerjang otaknya, perasaan Sunyeong tidak nyaman dan ia tidak punya alasan pasti untuk tidak datang ke sekolah.

Sedangkan, Mi Ja terbungkam, matanya menatap Sunyeong khawatir. Bagaimana pun juga ia tetaplah fans Sunyeong dan ia tidak ingin membuat hari idolanya itu tidak bernyawa seperti hari ini. Untuk menghormati Sunyeong, Mi Ja kembali ke bangkunya sembari bercakap mengenai topik berbeda kepada teman-temannya. Gadis tambun itu tahu, Sunyeong sedang tidak ingin dirinya diperbincangkan oleh orang banyak.

Gomawo Mi Ja-ya,” sahut Sunyeong dari bangku, membuat Mi Ja tersenyum lebar kepadanya. Benar-benar senang mendapati ungkapan terima kasih dari sang idola yang jarang ia dapatkan.

Dalam ketidaknyamanannya Sunyeong tahu bahwa Mi Ja tengah bersikap baik padanya, meski seluruh kejadian yang menimpanya kali ini merupakan sebab dari kegenitan Mi Ja tempo lalu. Tidak. Sunyeong sedang tidak ingin menyalahkan siapa pun. Ia hanya perlu mencari cara terbaik untuk melumpuhkan rasa kesal yang tersisa pada relung hatinya. Melumpuhkan kebingungan yang melanda otaknya sejak kemarin.

Asyik berdumel ria di bangku, sebuah tangan tiba-tiba menariknya untuk berdiri. Sunyeong terkesiap dan mendapati sosok Kyuhyun tengah berdiri di hadapannya dengan kedua mata elang yang menusuk. Sunyeong ingin bertanya dengan nada pelan mengenai alasan pria itu menghampirinya, namun Kyuhyun telah menariknya keluar kelas dengan paksa. Tentu saja, mengingat hal kemarin membuat Sunyeong mengibaskan tangan Kyuhyun ketika mereka hampir turun ke lantai dua. Gadis itu membuang muka, enggan menatap Kyuhyun sedikit pun akibat rasa malu yang tiba-tiba tercipta. “Geumanhae, kita hentikan saja permainan ini.”

Ani, itu tidak akan terjadi. Khajja! Kita perlu berbicara.” Tukas Kyuhyun bersikap seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda kekhawatiran yang tercipta seperti semalam, mengejutkan Sunyeong yang ingin menjitak kepala pria itu tanpa belas kasihan.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan. Kau ingin membuatku bolos atau ku laporkan kau ke wali kelasku, eo? Mau pilih yang mana, Kyuhyun-ssi?”

“Membawamu bolos.” Sahut Kyuhyun cepat, kali ini menarik pergelangan tangan Sunyeong menuju lantai dasar. Pria itu menggenggamnya dengan kuat, tidak peduli bagaiaman usaha Sunyeong untuk melepas cengramannya.

Sesampainya mereka di pekarangan sekolah bagian timur, Kyuhyun melepas cengraman kasarnya. Ia mendorong pundak Sunyeong untuk duduk di sebuah bangku, tepat di bawah pohon maple yang hampir telanjang karena sebagian daunnya telah gugur menjadi serakan danphugi di tanah. Tentu tidak ada pilihan lain bagi Sunyeong, bel masuk telah berbunyi tepat saat keduanya keluar dari gedung sekolah dan ia tidak ingin masuk secara tiba-tiba ditengah kehadiran guru Kimia yang terkenal dengan kemidasannya itu.

“Kita harus membuat peraturan.” Kata Kyuhyun memulai percakapan, ia duduk di samping Sunyeong dengan gaya a la bosnya. Sontak Sunyeong menggerling sebal. “Peraturan apa lagi? Kita harus mengakhiri semuanya Cho Kyuhyun!”

“Jangan menginterupsi, aku sedang berpikir.” Sahut Kyuhyun tidak peduli akan wajah Sunyeong yang memerah akibat menahan emosi yang telah mencapai ubun-ubun.

Geumanhae, permintaanmu terlalu lama. Harusnya kau memiliki batas untuk mengakhiri semuanya, tidak semena-mena hingga membuatku terombang-ambing dalam kebingungan. Kau pikir aku tidak punya pria yang ku sukai, hah? Kau p—”

Ara…, kita berpacaran selama dua bulan. Waktu yang cukup lama dibandingkan mantan-mantanku sebelumnya.”

Mata Sunyeong melebar, ia menatap Kyuhyun tidak percaya. Kedua tangannya terkepal, menahan rasa ingin memukul pria di sebelahnya dengan membabi buta. Dua bulan? Heechul pasti akan mematahkan tulang Kyuhyun bila pria itu tahu secepatnya. Selain itu, urusannya dengan Sungmin harus direlakan demi hal ambigu yang tidak memiliki arti penting dalam hidupnya. Berpura pacaran kepada manusia ambigu bernama Cho Kyuhyun. Gila. Sunyeong merasa dirinya tengah berada di dalam mimpi buruk berkepanjangan.

“Peraturan pertama, kau harus putus dengan pasangan ulzzangmu, si Kim Heechul itu. Aku tidak ingin melihat foto bermesraan kalian selama dua bulan ini. Kau harus tahu konsikuensinya menjadi pacar seorang Cho Kyuhyun.”

“Ralat. Pacar bohongan.” Sunyeong berseru sembari menggelengkan kepala tidak setuju. “Itu tidak bisa terjadi.”

“Orang yang kau sukai itu Kim Heechul?” tanya Kyuhyun segera.

Tentu saja Sunyeong menggeleng. “Bukan, tapi tetap saj—”

“Ya sudah, putuskan atau aku yang akan membuat hubungan kalian putus.” Kyuhyun bersikeras, tidak kunjung membuat Sunyeong putus asa. “Maksudmu?” tanyanya skeptis.

Sejenak Kyuhyun terdiam, tubuhnya bersandar pada leher bangku sedangkan kedua tangannya dimasukkannya ke dalam saku celana seragam. Sunyeong mendecak, ia mengalihkan tatapannya ke arah danphugi dengan ribuan kata laknat terkunci pada pangkal lidah. Kyuhyun bodoh! tuturnya dalam hati, berharap kali ini kemenangan berada pada pihaknya.

“Seperti ini,” sahut Kyuhyun tiba-tiba sembari menarik pergelangan Sunyeong mendekat. Seperti awal mereka jumpa, Kyuhyun menghimpitnya pada leher bangku dengan kedua mata tertuju tajam pada bibir Sunyeong yang sedikit kasar akibat tidak dipolesi oleh lip gloss.

Diam-diam dentam jantung yang sama kembali menerpa. Sunyeong terhipnotis oleh tatapan mata itu, juga deru napas Kyuhyun yang menggelitik permukaan wajahnya. Tutur dalam benaknya menyuruhnya untuk segera beranjak, namun seluruh tubuhnya malah menjadi kaku. Kyuhyun sengaja memperpendek jarak mereka hingga tidak ada celah sedikit pun untuknya kabur. Sebelum sempat Sunyeong bertanya, Kyuhyun sudah menarik tubuhnya menjauh. Memberikannya ruang yang lebih banyak untuk mendapat asupan oksigen.

Wajah Kyuhyun memerah, tidak jauh berbeda seperti Sunyeong yang kini hanya dapat termanggu. Keduanya terdiam cukup lama hingga akhirnya handphone dalam saku almamater Sunyeong bergetar. Diambilnya benda persegi itu dan segera terkejut ketika mendapat berita hangat dari fancafe juga blog naver yang terkonfirmasi dalam handphonenya.

“Bukankah caraku lebih efektif? Apakah aku sudah bisa menjadi ulzzang, Sunyeong-ah?”

Sial! Buku-buku jari Sunyeong yang menggenggam handphone memutih. Sebuah foto terpampang di layarnya. Sebuah foto laknat yang diambil oleh seorang setan bernama Cho Kyuhyun tanpa sepengetahuannya. Rasa kesal Sunyeong makin memuncak saat melihat judul yang tersemat pada foto itu.

Kim Sunyeong berciuman dengan Cho Kyuhyun!

 

To be continue…

Advertisements