Writing…

Category Archives: Lee Donghae

Nama        : Goo

Judul         : The Truth Number One

Tag            : Lee Donghae, Ahn Sua (OC) and Jinhyang (OC)

Genre        : Romance

Rating        : PG-15

Length       : Oneshot

Catatan     : Di luar waktu post nih :p Goo bawain next chap dari The Soul kemarin banyak yang komen dan minta lanjutin… ^^ Don’t forget RCL ya, kalau ada mood lanjutin lagi hehe

“Donghae! Kau mau ke mana?” Pertanyaan itu tentu membuat langkahku sukses terhenti. Baru saja aku ingin menekan kenop pintu, gadis roh itu telah menahanku dengan pertanyaan polosnya. Ku urungkan niatku untuk bersikap cuek seperti biasa dan segera menjawab pertanyaannya dengan jujur.

“Rumah gadisku,” jawabku pelan sembari berbalik ke arahnya.

Mata si gadis roh, ah… Maksudku Ahn Sua -ya, ia menyuruhku memanggilnya dengan nama itu- melebar. Aku tersenyum tipis, menahan kedua tanganku yang ingin bergerak menyingkap rambutnya yang terurai panjang.

Continue reading


Nama    : Goo
Judul     : The Soul
Cast       : Lee Donghae and the soul
Genre    : Romance, Mystery, Fantasy
Length  : Oneshot
Rating   : PG-13
Catatan: karena jaringan yang kurang bagus akhir-akhir ini, terpaksa aku harus publish lewat hape dengan cerita pendek yang dibuat super cepat. Cerita lepas dari I Beg You To Be Mine so sorry, lagi-lagi latepost. As always, Minta RCL, jangan jadi silent reader ya 🙂 (Kalau ada mood, cerita ini bisa saja dilanjutin, tapi modenya tetep cerita lepas :p)

Dunia itu indah, pikirnya. Tidak demikian denganku. Dunia itu sebuah tempat yang fana, tidak jauh berbeda dengan internet. Kebohongan merajalela, ketidakadilan terus bermain, dan topeng pun terus terpasang di wajah setiap manusia layaknya pemain opera China.

“Hei! Kau tahu mengapa aku masih berada di sini?” tanyanya mengusik lamunanku.

Aku berbalik ke arahnya, melihat siluet putih yang lebih mirip seperti kabut itu dengan takjub. Dia cantik, secantik bidadari atau mungkin malaikat yang bersemayam di atas langit. Dia tersenyum, senyum tipis yang selalu terlihat menawan akhir-akhir ini. Oh! Atau mungkin aku baru sadar akan kecantikannya.

Continue reading


Nama        : Goo

Judul         : Meeting doesn’t Mean Love

Tag            : Lee Donghae, Kwon Suji (OC) and the other ^^

Genre        : Romance

Rating        : G

Length       : Oneshot

Catatan:

  • LomoKino: Kamera analog dengan film 35mm
  • Tripod: Kaki tiga yang menahan kamera agar dapat berdiri tegak

Cerita ini masih kurang bagus mengenai penjelasan mengenai fotografinya, tapi semoga masih bisa diterima yah kk~ Repost Sujuff ^^ One of my favorite story actually kk~ (ofc! ’cause the photography :p)

Pemandangan Kota Seoul terlihat jelas dari lensa mata Kwon Suji yang tengah berdiri pada sebuah balkon yang cukup tinggi di salah satu gedung apartemen di kawasan Gangnam. Beberapa kali gadis itu tertawa, lalu kembali berbicara pada sebuah benda berbentuk persegi warna putih gading di dekat telinganya.

Continue reading


Nama   : Goo

Judul    : Cloudy

Tag       : Lee Donghae and Lee Hyewon (OC)

Genre   : Romance

Rating   : G

Length  : OneShot

Catatan:

Telat posting sehari ^^, yang satu ini lanjutan theme story dari Weather of the Day (not sequel ya). Jwesonghaeyo, yang satu ini agak lebay dan alurnya kecepatan. Termasuk fluff juga kayaknya :p (mau dimasukin ke epilog, tapi nggak denggg).

Thanks for reading~~ Don’t forget to RCL!

 

“Cloudy is not just about sadness… that’s all about happiness that hidden behind the clouds!”

Musim semi yang dingin, kemarin matahari bersinar dengan cerah namun angin pun kembali datang menghembuskan ribuan uap air di udara membuat suasana Seoul kembali mencekam karena langit yang tertutup oleh awan. Tidak hujan, hanya hembusan angin yang membuat bulu kuduk merinding juga membuat setiap orang Seoul menyalakan penghangat ruangan tanpa berpikir panjang mengenai global warming yang merajalela.

Continue reading


Nama   : Goo

Judul    : Friendship Part [4/4]

Tag       : Lee Donghae, Kim Kibum, Lee Hyewon (OC), Park Gyuri (OC)

Genre   : Romance

Rating   : G

Length  : Chaptered

Note: Ini Jujur, belum Goo edit ceritanya karena Goo pikir ini udah chap terakhir jadi disamain aja sama part sebelumnya. Terima kasih yang udah mau baca, jangan lupa komen yah!! Kritik dan saran itu membangun loh ^^ *Deep Bow and waiting for the other fanfic* Thankies for Elva untuk kritiknya di pagi hari. Obrolannya gaje yah tapi seru :p *maksa seru*

@@@@@

“LEE DONGHAE!!”

Teriakan itu membuat Donghae terkejut, ia lantas menjauhkan dirinya dari Gyuri yang tengah meringis, menahan rasa kesal karena perlakuan Donghae yang terlalu kasar. Beberapa kali Donghae memang sempat mengumpat, mengumpati dirinya sendiri yang telah bertindak di luar batas.

Jantung Donghae berdetak karuan, pikirannya kacau saat kedua mata Kibum menatapnya penuh amarah. Ia seperti melihat kilatan api yang bersemayam di mata sayu Kibum. Hatinya kalut, ia juga sadar terlalu kasar pada Gyuri, seharusnya ia tak seperti itu dan membiarkan gadis -brengsek- itu berkoar tidak jelas mengenai kebodohannya. Ya, setidaknya bila gadis itu terus berkoar Kibum bisa tahu kemunafikannya.

Continue reading


“Pagi!”

Sapaan itu mampu membuat Donghae terdiam. Matanya terus mengikuti ke arah siluet gadis yang menyapanya, seakan siluet itu adalah emas yang mampu membuatnya tak bergeming, ia takjub. Terhitung ini sudah kesekian kali gadis bernama Lee Hyewon itu menyapanya di setiap pagi, walau ia terlalu dingin untuk membalasnya, ia tetap menunggu sosok itu hingga menjadi sebuah rutinitas bodoh di pagi hari.

Kemudian Donghae terduduk pada tangga kecil di depan rumahnya, menghalau rasa dingin yang menusuk tulang. Pria rapuh itu duduk diam, menatap kosong ke arah jalanan kompleks yang sepi. Tak ada pergerakan berarti dalam dirinya, ia layaknya sebuah boneka manekin yang hanya dapat digerakkan oleh tali.

Continue reading


“Hei! Aku menyukaimu.”

Untaian kata itu melayang di benak Donghae. Kalimat yang mampu menembus ulu hati hingga membuat dadanya sesak, lidahnya pun tercekat. Hingga malam tiba pria itu pun tak dapat berkata banyak. Seperti ada benang yang mengikat lidahnya dengan kuat. Ia terdiam, sepi.

“Hei! Apa kau melihatku?”

Sosok itu kembali datang, membuat tubuh Donghae menegang. Ia menahan napasnya, merasa udara sekitarnya menipis. Oh Tuhan! Bunuh aku sekarang juga.

Continue reading


“Menurutmu benda apa yang bagus untuknya?”

Donghae terdiam, matanya sibuk menatap perhiasan yang terpampang di etalase. Ia tak mengindahkan pertanyaan Kibum tapi kali ini ia tengah berpikir. Ada ide nakal yang sempat terlintas di otaknya ketika melihat perhiasan-perhiasan cantik itu. Ia bahkan membayangkan sosok Gyuri yang terpukau bila ia membelikan gadis itu satu set perhiasan sebagai kado ulang tahunnya.

“Donghae-ya! Apa yang kau pikirkan?” Tanya Kibum memecah lamunanya hingga hancur berkeping-keping di lantai keramik toko itu.

Continue reading


Donghae melangkahkan kakinya perlahan, menatap setiap kelas yang dilewatinya dengan datar. Kedua telinganya terasa bising, dan itu bukan karena keadaan koridor yang sepi tapi karena kepalanya yang terus berargumen memerintahkannya ini itu untuk memikat hati Jung Gyuri.

Ya, ia tahu bahwa kini Jung Gyuri adalah milik Kibum, tapi ia tak pernah pungkiri bahwa perasaan kagumnya pada gadis itu cukup besar dan bermental kuat untuk menariknya ke dalam dekapan hangat seorang Lee Donghae.

“Donghae-ya!!”

Continue reading


Rambut gadis itu berwarna hitam elegan, panjang dan mengagumkan. Matanya yang sipit terlihat sangat mengagumkan dengan lapisan eyeliner tipis pada sisi kelopaknya. Cantik.

Kyeopta, jinjja yeppo.” Gumam Donghae dengan sadarnya, mengagumi setiap inci penampilan gadis yang tengah tertawa lepas di taman sekolahnya.

Pria itu terperanjat. Dari balik pohon itu, ia dapat melihat gadis yang dikaguminya itu dengan jelas. Hatinya sedikit tertohok mendapati kenyataan bahwa ia hanyalah seorang pengagum rahasia. Pengagum bodoh yang terlalu takut menampakkan batang hidungnya di depan gadis impiannya.

Continue reading