Writing…

Tag Archives: friendship

Nama        : Goo

Judul         : In That Rain Part [1/5]

Tag           : – Baek Arum (OC)

–   Cho Kyuhyun

–   Lee Sungmin

–   And the other cast…

Genre        : Romance

Rating        : PG-13

Length       : Chaptered

Catatan     :  Alo~~ Goo telat banget ya T_T sibuk dah semenjak naik ke kelas 12 ini… banyak tugas, ulangan dsb. Masih persiapan buat UAN dan bikin deg-deg-ikan kalau ingat pembelajaran yang belum dikuasai huhuhu… ngeri ah.

Oh ya, sebenarnya Goo belum mau publish yang ini. Cuman karena keburu dapet email konfirmasi dari sujuff jadi, mau tak mau harus dipublish supaya ceritanya nggak basi 😉 jangan lupa RCL ya, fanficnya full of romance~~ masih standar sih kk~ enjoy!

 

Rintik hujan membasahi lantai kamar Arum saat butiran-butiran air itu menembus kusen jendelanya yang berlubang. Beberapa kali, gadis yang tengah membaca buku roman itu mengeluh, ia tak tahu cara memperbaiki kusen tersebut dan hanya dapat menaruh sebuah kain di lantai sebagai peredam air.

“Arum-ah, cepat keluar! Ada yang mencarimu!”

Continue reading


Nama        : Goo

Judul         : Meeting doesn’t Mean Love

Tag            : Lee Donghae, Kwon Suji (OC) and the other ^^

Genre        : Romance

Rating        : G

Length       : Oneshot

Catatan:

  • LomoKino: Kamera analog dengan film 35mm
  • Tripod: Kaki tiga yang menahan kamera agar dapat berdiri tegak

Cerita ini masih kurang bagus mengenai penjelasan mengenai fotografinya, tapi semoga masih bisa diterima yah kk~ Repost Sujuff ^^ One of my favorite story actually kk~ (ofc! ’cause the photography :p)

Pemandangan Kota Seoul terlihat jelas dari lensa mata Kwon Suji yang tengah berdiri pada sebuah balkon yang cukup tinggi di salah satu gedung apartemen di kawasan Gangnam. Beberapa kali gadis itu tertawa, lalu kembali berbicara pada sebuah benda berbentuk persegi warna putih gading di dekat telinganya.

Continue reading


“Menurutmu benda apa yang bagus untuknya?”

Donghae terdiam, matanya sibuk menatap perhiasan yang terpampang di etalase. Ia tak mengindahkan pertanyaan Kibum tapi kali ini ia tengah berpikir. Ada ide nakal yang sempat terlintas di otaknya ketika melihat perhiasan-perhiasan cantik itu. Ia bahkan membayangkan sosok Gyuri yang terpukau bila ia membelikan gadis itu satu set perhiasan sebagai kado ulang tahunnya.

“Donghae-ya! Apa yang kau pikirkan?” Tanya Kibum memecah lamunanya hingga hancur berkeping-keping di lantai keramik toko itu.

Continue reading


Donghae melangkahkan kakinya perlahan, menatap setiap kelas yang dilewatinya dengan datar. Kedua telinganya terasa bising, dan itu bukan karena keadaan koridor yang sepi tapi karena kepalanya yang terus berargumen memerintahkannya ini itu untuk memikat hati Jung Gyuri.

Ya, ia tahu bahwa kini Jung Gyuri adalah milik Kibum, tapi ia tak pernah pungkiri bahwa perasaan kagumnya pada gadis itu cukup besar dan bermental kuat untuk menariknya ke dalam dekapan hangat seorang Lee Donghae.

“Donghae-ya!!”

Continue reading


Im Bora terbelenggu, ia menatap intens kedua bola mata milik seorang pria, pria yang tengah tersenyum tidak jelas ke arahnya.

“Ryeowook-ah, Gwencanha?” Tanyanya kemudian. Pria itu melebarkan senyumannya, “gwencanha…”

Bora mendecakan lidah, ia menghirup oksigen maksimal lalu mengerucutkan bibirnya kesal. Ia tak mengerti arah pikiran pria itu, ya tidak pernah. Bahkan seluruh pria di duniapun, ia tak bisa mengerti. Pria memiliki pemikiran yang aneh dan tak terduga, selalu membuatnya bingung dan terkejut. Itu menurutnya.

Neo wae?” Tanya Ryewook sembari tertawa kecil. Wajah Bora sangat imut, yeah~ walau tak seimut dirinya.

Ani…” jawab Bora singkat. Detik kemudian, ia mengambil tas selempangnya dan menatap Ryeowook dengan tajam.

Na ka, aku tak bisa menunggu gadismu itu. Lagipula, aku tak mau ia salah sangka dengan kedekatan kita. Jal…”

Ucapan Bora terpotong ketika Ryeowook menariknya duduk kembali. Pria itu masih tersenyum, senyum yang membuat Bora muak karena tak mengerti kelakuan pria manis itu padanya. Apa yang ia inginkan eo?

“Tunggu sebentar lagi,”

Continue reading


Rambut gadis itu berwarna hitam elegan, panjang dan mengagumkan. Matanya yang sipit terlihat sangat mengagumkan dengan lapisan eyeliner tipis pada sisi kelopaknya. Cantik.

Kyeopta, jinjja yeppo.” Gumam Donghae dengan sadarnya, mengagumi setiap inci penampilan gadis yang tengah tertawa lepas di taman sekolahnya.

Pria itu terperanjat. Dari balik pohon itu, ia dapat melihat gadis yang dikaguminya itu dengan jelas. Hatinya sedikit tertohok mendapati kenyataan bahwa ia hanyalah seorang pengagum rahasia. Pengagum bodoh yang terlalu takut menampakkan batang hidungnya di depan gadis impiannya.

Continue reading